Buka Sosialisasi UM & AN, H. Zahdi Taher : Susun Soal Ujian Yang Mendidik, Tidak Sukuisme

Buka Sosialisasi UM & AN,  H. Zahdi Taher : Susun Soal Ujian Yang Mendidik, Tidak Sukuisme

BENGKULU (HUMAS) --- Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu menggelar Sosialisasi Ujian Madrasah (UM) dan Asesmen Nasional (AN) di Hotel Nala Sea Side. Senin, (1/3). Kegiatan ini dibuka Kakanwil Drs. H. Zahdi Taher., M.HI yang diikuti para Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) dan sebanyak 88 Kepala madrasah dari tingkat MIN, MTs dan MAN.  

Kakanwil mengatakan, sosialisasi ujian ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan dirjen pendidikan islam  thn 2021 tentang POS (prosedur operasional standar), ujian madrasah tahun 2021 dan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dirjend pendis tentang penyelenggaraan kelulusan dan kenaikan kelas di madrasah.

''Dan ujian ini di serahkan sepenuhnya pada satuan Pendidikan madrasah  pada setiap jenjang madrasah baik dari tingkat MI, MTs dan MA,’’ kata Zahdi yang didampingi Kabid Penmad Kanwil Drs. H. Lapulangi., M.M

Zahdi menambahkan, meski tidak ada UAMBN kelulusan siswa tetap bersyarat dengan tiga kriteria.

"Pertama, menyelesaikan program pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester. Kedua, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik. Ketiga, mengikuti Ujian Madrasah (UM) yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan madrasah masing-masing," jelas Zahdi.

Karenanya terkait aturan kelulusan itu, Zahdi meminta kepada seluruh Kepala Madrasah agar mempersiapkan secara maksimal. Terutama dalam penyusunan soal-soal ujian madrasah, agar mengikuti ketentuan aturan yang berlaku dan mengikat untuk dipatuhi.

‘’Saya meminta kepada tim penyusun soal agar cermat. Jangan membuat soal yang bernarasi bertentangan dengan semangat moderasi beragama, narasi soal yang bersifat menjelekan suku, agama. Jadi susunlah soal atau teks yang mendidik, tidak sukuisme, ras. Intinya ikuti juklak dan juknis yang ada,’’pinta Zahdi.

Diakhir penyampaiannya, Zahdi berkomitmen akan terus melakukan pengawasan yang maksimal kepada seluruh kinerja Kamad. Karenanya dia akan memberikan reward (penghargaan)  dan punishment (hukuman) kepada Kamad yang berprestasi atau sebaliknya yang melanggar ketentuan dengan tidak disiplin dalam menjalankan tugas.

" Sehingga memacu kita dalam bekerja," demikian H.Zahdi (Tatang)      

 

Bagikan :