Monitoring Tata Kelola Kehumasan di Kemenag RL, Humas Kanwil Kupas Teknik Penulisan Berita

Monitoring Tata Kelola Kehumasan di Kemenag RL, Humas Kanwil Kupas Teknik Penulisan Berita

Rejang Lebong (Humas) – Subbag Umum dan Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melaksanakan monitoring dan evaluasi tata kelola kehumasan di lingkungan Kemenag Kabupaten Rejang Lebong (RL). Rabu, (3/2).

Didampingi Kepala Kantor Kemenag Drs. H. Lapulangi., MM yang diwakili oleh Kepala Seksi Penyelenggara Syariah Bobi Marpeno, S.H.I. Monitoring dibuka secara resmi oleh Efendi Alamsyah, S.Sos sekaligus mewakili Kakanwil Drs. H. Zahdi Taher., M.HI beranggotakan Tatang Wahyono., S.I.Kom, Juliati dan Raes.,A.Ma.

Kegiatan diikuti oleh 30 kontributor berita dari sejumlah Satuan Kerja (Satker). Baik KUA, Madrasah dan Seksi dilingkungan Kemenag kota dingin Curup. Monitoring mengupas materi mengenai Penguatan dan teknik Penulisan Berita dengan nara sumber JPU Humas Kanwil  Tatang.

Tatang yang dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, bahwa syarat suatu teks dapat dikatakan layak sebagai berita bila dapat memenuhi syarat yakni fakta atau faktual, yang artinya teks berita harus berisi fakta atau peristiwa nyata.  

‘’Bila kejadian yang disampaikan bukan fakta, maka hal tersebut tidak dapat disebut sebagai berita,’’ kata Tatang.

Selain itu lanjut Tatang, adalah aktual yang bermaknakan bawah suatu berita harus merupakan peristiwa yang masih hangat atau baru, seimbang, dan lengkap.

‘’Teks dalam sebuah berita haruslah lengkap dari unsur 5W+1H (What, Why, Who, When, Where + How). Yakni What : Menanyakan apa yang di informasikan, Where : Dimana peristiwa itu terjadi, When : Kapan peristiwa itu terjadi. Kemudian Who : Siapa yang terlibat dalam peristiwa atau kejadian tersebut, dan Why : Mengapa peristiwa atau kejadian itu bisa terjadi serta How : Bagaimana peristiwa atau kejadian itu bisa terjadi,’’ jelas Tatang.

‘’Nah dari 5W + 1H tersebutlah yang nantinya disusun dan kemudian di buat menjadi suatu teks berita, sehingga berita menjadi aktual, faktual dan dapat dipercaya. Disisi lain berita juga harus  menarik dan sistematis, agar jelas dan mudah dipahami,’’ sambung mantan Kasubag Protokol dan Kasubag Humas dan Pemberitaan Pemda Bengkulu Tengah itu.

Dalam kesempatan tersebut Tatang juga menjelaskan bahwa membuat tulisan cara yang paling mudah yakni para kontributor Kemenag bisa menjajal struktur Piramida terbalik. Karena tulisan dengan struktur piramida terbalik memang paling cocok digunakan untuk menyajikan berita.

‘’Struktur ini sering juga digunakan para petugas humas, yang kerap membuat press release, dan memang struktur ini harus diterapkan, agar beritanya terstruktur, jelas dan topiknya diketahui audiensm,’’ beber Tatang lagi.

Sementara itu dikesempatan yang sama, ketua tim monitoring dan evaluasi tata kelola kehumasan Efendi Alamsyah, S.Sos dalam kesempatan tersebut mengatakan, tugas dalam pengelolaan kehumasan merupakan salah satu factor yang sangat penting dalam menjalankan roda organisasi, sehingga kegiatan ini juga diharapkan dapat mewujudkan tata pemerintahan yang bersih dan beribawa.

 ‘’Kemudian kegiatan ini juga dapat mengindentifikasi kegiatan, sehingga dalam menyampaikan informasi dapat menjadi rujukan dalam pelayanan informasi publik,’’ demikian Effendi. (Lyanda)

 

 

 

Bagikan :