Siap Hadapi Tantangan, Siswa MAN 2 Mukomuko Ikuti Simulasi Siswa Skala Besar AKM

Siap Hadapi Tantangan, Siswa MAN 2 Mukomuko Ikuti Simulasi Siswa Skala Besar AKM

Mukomuko (Humas) - Rabu 25 November 2020 sesuai dengan ketentuan dari tim pusat, MAN 2 Mukomuko mengirim 5 siswanya untuk mengikuti Simulasi Siswa Skala Besar UBKD/AKM. Assesmen siswa yang dicanangkan akan melibatkan siswa kelas tengah (kelas 4, kelas 8 dan kelas 11) ini mulai melibatkan siswa dalam simulasi. Dalam simulasi siswa yang perdana ini, MAN 2 Mukomuko mengirim sesuai dengan permintaan pusat yaitu 5 peserta dari kelas XI IPA dan kelas XI IPS.

"Rencana awal, simulasi ini akan menggunakan skenario seperti assesmen yang sebenarnya, yaitu memaksimalkan peran proktor sekolah. Hanya saja karena adanya kendala teknis di pusat, maka kendali proktor diambil alih oleh tim pusat" jelas Proktor MAN 2 Mukomuko, Arief Satriya Wilasa, SEI. Menurut Arief, simulasi ini akan menjadi gambaran bagi siswa untuk menghadapi Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang direncakana mulai digelar secara resmi pada Bulan Maret 2021.

Assesmen Komptensi Minimum ini merupakan sebuah upaya pemotretan madrasah secara umum dari sudut pandang siswa. Dari AKM ini, diharapkan akan tergambarkan kondisi sekolah yang sebenarnya. Melalui jawaban siswa, sistem akan membaca sejauh mana proses pembelajaran terjadi di sekolah. Oleh karenanya, nantinya AKM ini hanya akan diikuti oleh maksimal 45 siswa per sekolah untuk jenjang SMA/MA/SMK.

Di dalam AKM ini sendiri, siswa akan dihadapkan pada 3 stage, yaitu literasi dan numerasi, survey kepribadian dan survey lingkungan pendidikan. Dari sinilah akan dipantau perkembangan proses belajar mengajar di masing-masing sekolah. "bentuk soal sangat berbeda dengan soal soal ujian nasional sebelumnya" ujar Arief. Dengan menggunakan sistem full online, untuk AKM ini sekolah tidak perlu lagi menyiapkan server sendiri. Database akan dilakukan secara terpusat, sehingga proktor hanya menjadi pengatur lalu lintas assesmen. Sekolah hanya cukup memastikan ketersediaan komputer dengan dukungan kamera sebagai perekam kegiatan siswa selama mengikuti assesmen. Selain itu, sekolah juga harus memastikan jaringan internet kuat dan mumpuni, dengan kapasitas minimal 12mbps untuk 45 client.

"Dari simulasi yang hanya melibatkan proktor, kita bisa melihat dengan sistem ini proktor tidak terlalu khawatir masalah teknis pelaksanaan. Hanya saja harus memastikan kemampuan jaringan internet dan komputer baik untuk proktor maupun untuk peserta" tutup Arief. (mm)

Bagikan :