Hadapi Tantangan Era Digital, Siswa-siswi MTsN 1 Kota Bengkulu Ikuti Bebras

Hadapi Tantangan Era Digital, Siswa-siswi MTsN 1 Kota Bengkulu Ikuti Bebras

Bengkulu (HUmas) --- Di masa pandemi sekarang ini, kreatifitas, semangat berkompetisi dan berprestasi para siswa tidak boleh turun meskipun sekolah hanya dilakukan dengan sistem daring. Banyak kompetisi yang harusnya bisa kita ikuti dan kita usahakan untuk dimenangkan jikalau wabah covid 19 ini telah berlalu, terang kepala madrasah MTsN 1 kota Bengkulu, ibu Eza Avlenda, M.Pd. Untuk mengatasi hal itu, salah satu solusinya ialah mengikuti bermacam perlombaan dengan sistem online (daring).

Baru-baru ini MTsN 1 Kota Bengkulu mengutus 70 orang siswa untuk mengikuti tantangan Bebras. Bebras itu sendiri adalah sebuah inisiatif internasional yang tujuannya adalah untuk mempromosikan Computational Thinking (Berpikir dengan landasan Komputasi atau Informatika), di kalangan guru dan murid mulai tingkat SD, serta untuk masyarakat luas.

Computational Thinkingan itu sendiri merupakan metode menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Cara untuk promosi adalah dengan menyelenggarakan kegiatan kompetisi secara daring (on line), yang disebut sebagai “Tantangan Bebras”. Tantangan Bebras menyajikan soal-soal yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional, bukan hanya sekedar untuk menang. Selain untuk berlomba, tantangan Bebras juga bertujuan agar siswa belajar Computational Thinking selama maupun setelah lomba. Di Indonesia, kompetisi dapat dilaksanakan di sekolah yang mempunyai cukup komputer,

Sebanyak 70 orang siswa utusan dari MTsN 1 kota Bengkulu merupakan jumlah sekolah dengan peserta terbanyak di provinsi Bengkulu, selama kompetisi, mereka harus memberikan solusi untuk persoalan yang disebut “Soal Bebras”. Soal-soal yang bertema komputasi/informatika ini dirancang semenarik mungkin, dan seharusnya dapat dijawab oleh para siswa peserta tanpa pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika.

Setiap soal Bebras mengandung aspek komputasi atau informatika dan dimaksudkan untuk menguji bakat peserta untuk berpikir komputasi atau informatika. Untuk menjawab soal-soal Bebras, secara alamiah, siswa dituntut untuk berpikir terkait dengan informasi, struktur diskrit, komputasi, pengolahan data, serta harus menggunakan konsep algoritmik.

Tampak seorang siswi sangat serius dalam mengikuti Tantangan Bebras 2020, tantangan tersebut dilaksanakan serentak secara nasional dari tanggal 09 sampai tanggal 13 November 2020.

“Harapan kita semua, setelah tantangan Bebras ini selesai para siswa mendapatkan hasil terbaik dan mengukir prestasi, serta yang terpenting para siswa dapat menerapkan Computational Thinking dalam kehidupan keseharian dalam menyongsong era digital yang semakin maju diwaktu mendatang”, Tutup Eza.

Bagikan :