Kanwil Kemenag Bengkulu Mantapkan Karakter Pendidikan Sekolah Minggu Buddha

Kanwil Kemenag Bengkulu Mantapkan Karakter Pendidikan Sekolah Minggu Buddha

BENGKULU (HUMAS) – Bimmas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu  menggelar kegiatan pembinaan karakter peserta didik sekolah Minggu buddha se-Provinsi Bengkulu. Kegiatan digelar di Madeline Hotel Kota Bengkulu, (12-13/2020). Pembinaan karakter dibuka secara resmi oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar, MS, M.Pd.Kegiatan ini selain memantapkan karakter, juga bertujuan meningkatkan anak-anak buddha  yang cerdas.

Pembinaan diikuti sebanyak 40 orang anak anak Buddha. Terdiri dari 15 orang peserta dari Kota Bengkulu, 5 orang dari Kabupaten Bengkulu Utara, 6 peserta dari Kabupaten Kepahiang, 12 siswa dari Kabupaten Rejang Lebong, dan 2 dari Kabupaten Bengkulu Tengah. Hadir dalam kesempatan itu, Pembimas Buddha Warlan, SE., M.Pd, Kasubag Umum dan Humas H. Irmaidi, S. Sos, para tokoh agama Buddha Se-Kota Bengkulu.

Kakanwil Kemenag Drs. H. Bustasar, MS,M.Pd mengaku bangga atas kekompakan dan kebersamaan para siswa-siswi anak buddha se-Provinsi Bengkulu, yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dia mengharapkan kepada siswa-siswi untuk terus berkarya demi bangsa negara Indonesia. Yang terpenting lagi pelajari makna dan arti nilai-nilai pancasila serta jangan melupakan masa lalu dengan tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa, dan perjuangan keluarga tercinta.  

‘’Masa lalu tentu ada yang manis, dan ada yang pahit. Masa lalu yang pahit harus dijadikan pelajaran dan pengalaman untuk menjadi baik, sementara masa lalu yang manis harus menjadi cerminan agar dijadikan acuan untuk mengapai cita-cita atau program dimasa yang akan datang,’’ kata Bustasar.  

Untuk mencapai cita-cita itu, tentu menurut Bustasar harus memiliki dasar yakni melalui keyakinan masing-masing, dengan berlandaskan nilai-nilai agama dan pancasila. Yang diawali dengan pembinaan karakter, etika. Artinya, melalui kegiatan ini siswa-siswi harus dituntut menanamkan diri apa arti pentingnya etika, dan makna dari nilai pancasila.

‘’Nah dengan kita selalu menanamkan nilai etika, yakni sopan kepada gurunya, sopan kepada orang tuanya, sopan dengan para majelis, serta sopan kepada sesamanya. Tentu kita juga ikut membantu program pemerintah yakni mengamalkan nilai-nilai pancasila dan semangat jiwa nasionalisme, yang akhirnya terwujudnya kerukunan umat beragama,’’ pungkas Bustasar.

Diakhir penyampaiannya, Bustasar kembali mengingatkan kepada seluruh umat Buddha se-Provinsi Bengkulu selalu menjaga pola hidup sehat, mematuhi protokol kesehatan, mengingat pandemi virus corona di negara Indonesia ini belum juga berakhir.  ‘’Serta yang terpenting mari kita terus berdoa, agar wabah ini segera berakhir,’’ demikian Bustasar.   

Sementara itu, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Warlan, SE., M.Pd, menjelaskan, bahwa kegiatan akan dikemas mengenai materi pokok-pokok dasar agama Buddha seperti yang tertuang dalam nilai-nilai pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia. Selain itu, dalam kegiatan ini juga akan mengupas mengenai bahaya narkoba bagi generasi muda, peningkatan disiplin diri bagi peserta di masa pandemi covid-19.

‘’Diharapkan dengan materi yang disampaikan selama 12 materi sajian nanti, siswa-siswi akan dapat mengaplikasikan dilingkungan keluarga dan sekolahnya masing-masing. Seperti apa yang diharapkan oleh Kakanwil Kemenag, dengan kegiatan ini anak-anak agama Buddha di Provinsi Bengkulu agar dapat merawat negara Kesatuan RI, dan memberikan pemahaman apa arti pentingnya menjaga kerukunan umat beragama dan damfak dari bahaya narkoba,’’ demikian Warlan. (Tatang)

Bagikan :