Antisipasi Berita Hoax, Siswa MTsN 2 Mukomuko Gunakan Rumus 5W+1H Untuk Belajar Identifikasi Unsur Berita

Antisipasi Berita Hoax, Siswa MTsN 2 Mukomuko Gunakan Rumus 5W+1H Untuk Belajar Identifikasi Unsur Berita

Mukomuko (Inmas)- Seiring perkembangan zaman, saat ini sajian berita merupakan hal yang amat penting. Setiap waktu, berita datang silih berganti. Beragam informasi selalu muncul memenuhi ruang kehidupan kita setiap harinya. Dengan adanya berita yang diterbitkan baik melalui media cetak ataupun elektronik membuat siapa saja yang mau membacanya akan mendapatkan manfaat yang baik. Di antaranya yaitu menjadi sumber ilmu pengetahuan dan dapat menambah wawasan.

Sehubungan dengan hal itu, bagi siswa berita juga menduduki peran yang sangat penting untuk dipelajari. Melalui pelajaran bahasa Indonesia khususnya siswa kelas VIII MTsN 2 Mukomuko dengan bimbingan dewan guru, mereka diajarkan materi tentang berita.

Seperti halnya di kelas VIII A, hari Selasa (01/09/2020) siswa tampak antusias belajar mengidentifikasi unsur-unsur berita menggunakan rumus 5W+1H. Seminggu sebelumnya mereka ditugaskan guru yang bersangkutan untuk membawa potongan koran yang berisi berita.

"Ya hari ini kegiatan anak-anak belajar menemukan unsur-unsur berita menggunakan rumus 5W+1H yang sudah mereka pelajari sebelumnya," ujar Muhtohar, salah satu guru bahasa Indonesia.

5W+1H itu sendiri merupakan singkatan dari 6 kata tanya asing yang biasa digunakan wartawan untuk mengajukan pertanyaan saat mewawancarai narasumber.  Kata tanya tanya tersebut yaitu What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), How (bagaimana).

Setelah memilih berita di koran, mula-mula siswa ditugaskan untuk membacanya terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan dengan membuat 6 pertanyaan menggunakan rumus 5W+1H dan mencari jawabannya pada berita tersebut.

Dengan adanya kegiatan pembelajaran seperti itu harapannya siswa dapat memahami lebih jauh tentang berita dan dapat mengidentifikasi unsur-unsurnya dengan baik dan benar agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan banyaknya berita-berita hoax yang beredar di tengah-tengah masyarakat.

Bagikan :