Belajar Daring, MAN 1 Bagikan 1109 Kartu Perdana Telkomsel ke Seluruh Siswa

Belajar Daring, MAN 1 Bagikan  1109 Kartu Perdana Telkomsel ke Seluruh Siswa

Bengkulu - MAN 1 Kota Bengkulu membagikan 1109 Kartu Perdana Telkomsel beserta kuota belajar 10 Gb dan kuota internet100Mb secara gratis ke seluruh siswanya mulai Rabu, (2/9/2020) hingga Senin, (7/9/2020). Sejumlah kartu perdana tersebut merupakan program MBJJ (Merdeka Belajar Jarak Jauh) Kemendikbud bekerjasama dengan Telkomsel. Sejak Juli 2020 MAN 1 Kota Bengkulu.

Program ini menindaklanjuti kerjasama dengan Telkomsel untuk meningkatkan kualitas pembelajaran daring yang selama ini telah berjalan menggunakan web elearning madrasah dari Direktorat KSKK Kementerian Agama RI.

''Distribusi dilaksanakan secara bertahap dan terjadwal sesuai Juknis dengan mematuhi protokol kesehatan dan ditargetkan selesai pada hari Senin (07/09/2020) nanti, semua siswa sudah aktifasi SIM Card dan kita menargetkan 95% pembelajaran daring sudah berjalan efektif,’’ ujar Brenny Novriansyah, Ph.D  selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum.

Sejumlah kartu perdana tersebut diterima pihak madrasah pada Selasa (01/09/2020) dan langsung didistribusikan ke wali kelas masing-masing di hari yang sama. Penyerahan kartu perdana oleh pihak Telkomsel diterima langsung oleh Kepala Madrasah (Drs. Mhd. Murni, M.Pd) dengan disaksikan oleh Ka.TU (Fahmi Pranata, SE) dan wakil kepala madrasah.

‘’Rencananya setelah aktifasi Kartu Perdana ini, pihak Madrasah akan mendistribusikan sejumlah kuota internet setiap bulannya ke nomor yang telah teregistrasi di program MBJJ ini untuk siswa dan guru. Program MBJJ ini hanya diperuntukan bagi pelajar yang telah teregistrasi di Telkomsel, sehingga untuk aktifasi kartu perdana harus sesuai dengan nama siswa yang telah terdaftar di Telkomsel. Hal ini guna menghindari penyalahgunaan dan distribusi yang salah sasaran,’’ jelasnya.

Terkait alokasi sejumlah kuota internet ke nomor telpon siswa dan guru, pihak madrasah menjelaskan akan mendistribusikan 5000Gb kuota internet ke siswa dan guru setiap bulannya, yang dibeli dari dana BOS, dan akan dihentikan hingga ada keputusan dari Kanwil Kemenag Prov. Bengkulu untuk belajar secara luring.

‘’Selama ini baik orang tua maupun siswa mengeluhkan tingginya biaya pemakaian kuota internet setiap minggunya, sementara pembelajaran dibatasi hanya secara daring. Sebagian siswa juga mengeluhkan sinyal internet yang tidak dapat menjangkau area dimana mereka berdomisili. Pilihan jatuh pada Telkomsel adalah karena berdasarkan data di Telkomsel bahwa pihaknya meyakinkan telah mampu menjangkau semua wilayah di Provinsi Bengkulu,’’ pungkas Brenny.

Sejak awal tahun pelajaran 2020/2021, MAN 1 Kota Bengkulu telah melaksanakan pembelajaran daring melalui elearning madrasah yang disediakan oleh Direktorat KSKK Kemenag RI, dan telah melaksanakan workshop elearning kepada guru-guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan slogan “Belajar Daring Rasa Luring” diharapkan kualitas pembelajaran daring dapat berjalan efektif tanpa hambatan. (BN)

 

Bagikan :