Supervisi PNBP NR, H. Ajamalus: Usia Catin Harus Minimal 19 tahun

Supervisi PNBP NR, H. Ajamalus: Usia Catin Harus Minimal 19 tahun

Lebong (Humas) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong melalui kasi Bimas Islam kembali menggelar supervisi Nikah Rujuk triwulan I yang dilaksanakan selama dua pekan mulai tanggal 27 Juli s/d 7 Agustus 2020 pada Kantor Urusan Agama Kecamatan se- Kabupaten Lebong. Kegiatan ini dalam rangka untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas di bidang administrasi dan pelaksanaan nikah rujuk serta pelayanan terhadap masyarakat

Supervisi kali ini mengunjungi KUA Kecamatan Lebong Atas yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong Drs. H. Ajamlus MH di dampingi Kasi Bimas Islam Arief Azizi beserta beberapa orang staf disambut hangat oleh Kepala KUA Kecamatan Lebong Atas Abdul Malik S. Ag pada hari Selasa, (28/07).

Kepala Kemenag H. Ajamlus mengajak kepada ASN KUA Keacamatan Lebong Atas agar tertib administrasi dalam pencatatan nikah rujuk dengan menjalankan semua aturan yang ada di dalamnya.

“Tugas dari tim supervisi merupakan tugas yang telah di amanatkan  oleh Undang-Undang  sebagai bentuk pengawasan terhadap pelaksanaan pernikahan di balai nikah maupun di luar balai nikah termasuk realisasi  penerimaan dan pengunaan PNBP NR atas biaya nikah rujuk serta penyusunan laporan pencatatan perkawinan di KUA,” ujar H. Ajamlaus

Selain itu ia menjelaskan tentang pengisian polmulir prnikahan harus sesuai dengan aturan termasuk usia catin harus minimal 19 tahun jika kurang dari itu harus ada dispensasi dari Pengadilan Agama dengan memastikan persyaratan catin terpenuhi dengan maksimal sesuai dengan data-data yang sebenarnya.

‘’pelayan di kantor dan di masyarakat sesuai dengan waktu yang telah di tentukan baik sat jam kerja maupun waktu yang telah di janjikan dengan masyarakat misalkan pelaksanaan nikah jam 8 maka jadwal pelaksanaannya jangan samapi molor diusahakan harus tepat hal ini untuk membuktikan bahwa KUA mampu menjadi garada terdepan menjalankan segala regulasi yang sesuai dalam kolidor yang seharusya,” demikian Ajamalus.(Bibin)

 

 

 

 

 

Bagikan :