Idul Adha Akbar, H.Bustasar: Hari Istimewa Berdoa Bersama, Usir Virus Corona

Idul Adha Akbar, H.Bustasar: Hari Istimewa Berdoa Bersama, Usir Virus Corona

BENGKULU (HUMAS) – Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar, MS, MP.d mengatakan hari raya Idul Adha 1441 H merupakan Idul Adha Akbar karena bertepatan dengan hari Jumat, yang merupakan hari istimewa seluruh umat muslim untuk berdoa bersama mengusir virus corona, dari negara Indonesia khususnya Bumi Raflesia.  

‘’Hari Jumat hari yang baik dan istimewa bagi umat muslim. Karenanya manfaatkanlah moment Idul Adha ini dengan bertakbir, berzikir berdoa kepada Allah SWT agar virus corona ini segera berlalu,’’ kata Bustasar ketika menjadi nara sumber pada dialog istimewa di Graha Pena RBTV Kota Bengkulu. Selasa, (28/7)

Bustasar yang hadir pada dialog istimewa bersama host Zani Azhari dengan mengambil tema ‘’Menyambut Idul ADHA 1441 H’’juga menjelaskan,  ada beberapa syarat yang harus dipenuhi umat muslim untuk melaksanakan salat Idul Adha 1441H di lapangan, masjid, atau ruangan di masa pandemi Covid-19. Syarat-syarat tersebut tercantum dalam Surat Edaran No SE. 18 Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Menteri Agama Fachrul Razi. 

Beberapa point persyaratan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan salat Idul Adha adalah agar menjaga jarak antar Jemaah minimal satu meter. Selain itu yang terpenting adalah menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/ hand sanitizer di pintu/jalur masuk dan keluar. Serta dia juga mengimbau kepada Jemaah agar membawa sajadah, masker dan mengambil wudhu dari rumah.

‘’Ini semua untuk keselamatan kita bersama. Karenanya ikutilah petunjuk sesuai standar protokol kesehatan,’’ ujar Bustasar yang hadir ke RBTV didampingi Kabid Penais Zawa Drs.H. M. Soleh, M.Pd.

Selain itu, di moment Hari Raya Kurban suami Hj. Sukmawati, S.Ag itu juga mengimbau kepada umat muslim untuk tidak melaksanakan kegiatan open house seperti budaya atau tradisi masyarakat selama ini. Jika ingin bersilaturahmi, agar dapat memanfaatkan teknologi media social yang ada. 

‘’Karena jangan sampai hari raya kurban kita tahun ini, ternodai akibat terpapar virus corona. Karena ulah kita sendiri tidak mengikuti protocol kesehatan,’’ pungkasnya.

Terkait pemotongan hewan kurban, mantan Kakan Kemenag Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Mukomuko itu juga meminta kepada Jemaah agar dapat memastikan bahwa hewan yang akan dikurban itu benar-benar sehat dan siap. ‘’Sehingga pemotongan hewan kurban benar-benar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,’’ imbuhnya.

Diakhir penyampaiannya, Bustasar juga mengajak kepada umat muslim, agar menyongsong Idul Adha pada tahun 2020 ini harus optimis, bahwa virus corona ini akan segera berakhir. Karena Covid-19 ini merupakan ciptaan Allah SWT,artinya bencana ini akan berakhir jika selalu berdoa bersama dan menjaga pola hidup sehat.  

‘’Kita harus tetap optimis akan diselamatkan oleh Allah SWT, karena sebuah virus ini adalah ciptaan Allah.  Dan yang terpenting saya mengharapkan kepada masyarakat jangan sombong, mari kita selalu rendah hati, sabar,’’ demikian Bustasar.  (Tatang).

 

 

Bagikan :