Pantau MTs N 1 Lebong, H.Ajamalus: Keselamatan dan kesehatan Anak Prioritas Utama

Pantau MTs N 1 Lebong, H.Ajamalus: Keselamatan dan kesehatan Anak Prioritas Utama

Lebong (Inmas) - Tahun ajaran baru segera di mulai setelah beberapa bulan para siswa melewati belajar di rumah sampai kenaikan kelas, setelah libur kegiatan belajar mengajar akan di lanjutkan kembali, untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dengan baik Kepala Kantor Kementerian agama Kabupaten Lebong Drs. H. Ajamalus MH memantau hari pertama masuk Madarsah Tsanawiah Negri 1 Lebong pada Senin, (13/07).

Kedatangan Kepala Kantor Kemeterian Agama Kabupaten Lebong Drs. H. Ajamalus MH di MTs N 1 Lebong di dampingi Kasi Pendidikan Islam Fahmi Rozi dan Pengawas Madarsah Aji Agus Salim disambut langsung oleh Ka TU MTs N 1 Lebong Hj. Jamilah dan Waka Kesiswaan MTs N 1 Lebong Ronal Yurnalis.

Dikatakan Ajamalus tahun ajaran baru sudah di mulai. Namun bukan berati sekolah Madrasah akan dibuka seperti biasa  sebab kebijakan masih mengikuti yang lama, belajar di rumah, kalo pun ada kebijakan baru dan harus masuk sekolah harus mengikuti protokol kesehatan, setiap kelas berjarak 1 meter  setiap kelas harus disiapkan tempat  cuci tangan setiap siswa harus memakai masker prinsipnya semua aktifitas yang berpontensi terjadinya penularan virus harus di batasi.

“Sebagai tahap awal pelaksanaan pendidikan bagi siswa baru Ia memastikan peserta didik merupakan bagian dari satuan pendidikan maka dari itu perlu adanya  pengenalan terhadap satuan pendidikan baik pendidik, tenaga kependidikan, peraturan-peraturan dan program pendidikan,” ujar H. Ajamalus

Terkait pelaksanaan pembelajaran di Kabupaten Lebong Ajamlus menegaskan pembukaan sekolah akan di putuskan berdasarkan pertimbangan gugus tugas percepatan penanganan covid 19 serta mengikiti kebijakan Pemerintah Daerah  Kabupaten Lebong sebagai daerah zona hijau kemungkinan pelaksanaan tatap muka di satuan pendidikan bagi MA dan MTs dapat di laksanakan dengan memastikan protokol kesehatan masa covid 19 berjalan dengan baik.

“bila di putuskan siswa kembali ke sekolah yang paling utama keselamatan dan kesehatan anak harus menjadi prioritas utama,” demikian  H. Ajamalus.(bibin)

 

 

Bagikan :