Ibu Pertiwi Memanggil Belajar di RRI

Ibu Pertiwi Memanggil Belajar di RRI

Kota Bengkulu (Inmas)- Pendidikan Agama Islam (PAI) dijenjang pendidikan dasar bertujuan memberikan kemampuan dasar kepada peserta didik tentang agama Islam untuk mengembangkan kehidupan beragama. Sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berakhlak mulia sebagai pribadi, anggota masyarakat, warga negara dan anggota umat manusia.

    Kota Bengkulu (Inmas)- Banyak metode pembelajaran PAI yang bisa diterapkan dalam pengembangan pembelajaran PAI terutama bagi siswa – siswi SD. Dimana, dalam masa pendemi virus Corona (Covid-19) ini Guru PAI Kota Bengkulu yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) mengadakan pembelajaran menggunakan media Radio. Dalam hal ini KKG PAI berkerja sama dengan RRI Provinsi Bengkulu.

    Pada hari Selasa, 5 Mei 2020, Herlina, S. Pd. I yang merupakan guru PAI di SDN 103 Kota Bengkulu berkesempatan  menyampaikan pengajaran melalui media RRI Bengkulu. Dalam kesempatan tersebut, Beliau memberikan materi pembelajaran PAI Kelas 4 SD.

    Menurut beliau, konsep metode pengajaran yang ditawarkan ini sangat cocok dilakukan di masa wabah Covid-19 19 sekarang ini. Herlina, S. Pd.I mengutip pendapat tokoh Islam Ibnu Sina, bahwa penyampaian materi pembelajaran pada anak harus disesuaikan dengan sifat dari materi pelajaran tersebut. Sehingga, antara metode dengan materi yang diajarkan tidak akan kehilangan daya relevansinya.  

    Menurut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Dr. Fahrurrazi, M. Si. Menyampaikan, bahwa bilamana pendidikan Islam diartikan sebagai proses, maka diperlukan adanya sistem  dan sasaran  atau tujuan yang hendak  dicapai dengan proses melalui sistem  tertentu. Karena  proses  pendidikan tanpa sasaran dan tujuan yang jelas berarti suatu “opurtunisme”, yang akan menghilangkan  nilai hakiki pendidikan.

    Oleh karena itu menurut Dr. Fahrurrazi, M. Si,  proses yang demikian  (yang tanpa tujuan)  mengandung   makna   yang bertentangan  dengan pekerjaan  mendidik itu sendiri, bahkan dapat menafikan  harkat dan martabat serta nilai  manusia sebagai “khalifah”  Allah di muka bumi, karena  aspek-aspek   kemampuan individual  (al-fadiyah), sosialitas (al-ijrimaiyyah), dan moralitas (al-ahlaqiyaah) merupakan hakikat kemanusiaannya  (anthopologis pentra) dalam sistem  proses. Apa yang telah dijalankan oleh KKG PAI SD Kota Bengkulu ini sudah sesuai proses. Artinya proses pembelajaran dengan media RRI ini bagian dari sebuah proses yang memiliki sasaran.

    Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Drs. H. Ramadlon, M. Pd menyampaikan bahwa kerjasama dalam penyampaian pembelajaran melalui RRI ini sangat baik dan beliau berpesan semoga kerjasama yang dilakukan KKG PAI SD dan RRI ini dapat berjalan dengan saling menguntungkan terutama menyampaikan visi Kemenag dalam menyampaikan Pendidikan Agama Islam secara maksimal di masa wabah Covid-19 ini. (Fahrurrazi/Popi)

Bagikan :