H. Bustasar : Layanan Akad Nikah di KUA Sudah Kembali Dibuka

H. Bustasar : Layanan Akad Nikah di KUA Sudah Kembali Dibuka

BENGKULU (INMAS) – Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar, MS, M.Pd mengatakan, setelah sempat terhenti sejak 1 sampai 21 April, layanan akad nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan kembali dibuka. Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Dirjen Bimas Islam No P-004/DJ.III/Hk.00.7/04/2020 tentang Pengendalian Pelaksanaan Pelayanan Nikah di Masa Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Covid-19.

‘’Ya, saat ini pelaksanaan bisa dibuka kembali. Tetapi yang kita izinkan bagi calon pengantin yang telah mendaftar sampai dengan 23 April 2020,’’ kata Bustasar menegaskan pernyataan Dirjen Bimas Islam.

Meski dibuka kembali, dia tetap mengingatkan bahwa pelaksanaan akad nikah di KUA harus menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. Jika hal itu tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak pelayanan. KUA Kecamatan juga wajib berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

‘’Bahkan kita sudah menghindari kerumunan di KUA Kecamatan. Karenanya pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya delapan pasang catin dalam satu hari," ujar Bustasar lagi.

Disisi lain, Kakanwil Kemenag juga mengintruksikan kepada jajarannya jika permohonan akad nikah diajukan setelah kuota perhari terpenuhi (maksimal delapan pasang catin), KUA Kecamatan bisa menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain. Artinya apabila karena suatu alasan atau keadaan yang mendesak, catin tidak dapat melaksanakan akad nikah di KUA, maka Kepala KUA dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dalam SE ini.

‘’Demikian juga jika catin mendaftar setelah 23 April namun ada alasan mendesak yang mengharuskan untuk disegerakan akad nikahnya. Kepala KUA juga dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanakan akad, saat kuota layanan delapan pasang catin per hari sudah penuh, jika memang ada alasan mendesak yang bisa diterima. Selain itu  permohonan diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat,’’ demikian Bustasar. (Tatang)

Bagikan :