Pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan Pembinaan Penulisan Berita

Pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan Pembinaan Penulisan Berita

Bengkulu Selatan (Inmas)-Pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu  Selatan  mendapat pembinaan tentang cara penulisan berita yang baik dan benar. Pembinaan disampaikan dari Subbag Humas Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bengkulu Fardiana,S.Sos. Peminaan ini bertujuan agar pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan bisa menulis dan membuat berita dengan yang baik dan benar, karena berita yang dimuat akan dikonsumsi oleh publik sehingga apa yang ditulis atau disampaikan akan berdampak positif oleh para pembaca.

Pembinaan ini diikuti oleh seluruh Pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan. Kegiatan dilaksankan di Aula  Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan. Dalam kata sambutannya H. Arsan S Ibrahim,M.H.I selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan mengajak Pegawai Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan untuk mau belajar menulis dan membuat berita dari hasil kegiatannya sehari-hari, sehingga apa yang kita kerjakan hari ini dapat dikatahui dan dinikamti oleh masyarakat umum khususnya dilingkungan Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan.

Melalui berita dikatakan akan memberi image dan citra positif bagi Kantor Kementerian Agama Bengkulu Selatan di tengah masyarakat. Disamapaikan oleh salah satu peserta pembinaan ada beberapa manfaat yang dapat diambil dari pembinaan ini diantaranya : memahami pengertian berita, memahami formula berita dan memahami tata cara penulisan berita yang sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Selanjutnya Fardiana, S.Sos dalam paparannya mengatakan bahwa bagaiamana cara menulis dan membuat berita yang baik dan benar itu, yaitu dengan cara mengikuti  teknik-teknik sudah ada. Hal ini yang paling perlu untuk diperhatikan dalam menulis sebuah berita adalah  harus memperhatikan prinsip 5W1H. Prinsip 5W1H meliputi What (apa), When (kapan), Who (siapa), Where (dimana), Why (mengapa), dan How (bagaimana). Lalu pertanyaanya, bagiamana cara menuangkan prinsip 5W1H ke atas kertas, sehingga menghasilkan berita yang baik dan benar. Prinsip tersebut adalah:

  • What, yaitu tentang apa yang terjadi, peristiwa apa, dan apa yang terlihat.
  • When, yang menjelaskan tentang kapan peristiwa itu terjadi.
  • Who, yang menjelaskan tentang siapa saja yang ada dan terlibat dalam peristiwa tersebut.
  • Where, yaitu dimana peristiwa tersebut terjadi atau berlangsung.
  • Why, yang menyatakan tentang kenapa peristiwa tersebut terjadi, atau bisa juga alasan tentang terjadinya peristiwa.
  • How, menjelaskan tentang bagaimana proses rangkaian terjadinya peristiwa tersebut.

Setelah memahami apa itu 5W1H, sebaiknya juga memperhatikan beberapa hal berikut selama menulis berita:

  1. Tulislah berita dengan jujur. Jangan pernah memutar balikan fakta yang ada. Jangan pernah membohongi pembaca anda. Berbohong dalam tulisan adalah dosaterberat bagi seorang jurnalis.
  2. Perhatikan penggunaan tanda baca yang sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Penggunaan tanda baca yang benar sangatlah penting. Apabila anda salah meletakan tanda baca mungkin saja isi dari berita akan menjadi penafsiran yang ambigu.
  3. Tulislah berita dengan logis.
  4. Utamakan penggunaan kalimat aktif, serta pemilihan kata yang tepat.
  5. Catat dengan detail, dengarkan dan rekam. Jangan hanya mengandalkan pada pendengaran saja. Tidak ada orang yang bisa mengingat dengan tepat 100% apa yang telah didengarnya. Sebaiknya tulislah hal-hal penting yang anda dapatkan. Selain ditulis sebaiknya juga anda rekam. Karena datanya akan lebih akurat.
  6. Tulislah dalam kalimat yang lengkap, jelas serta jernih.
  7. Fokuslah pada topik berita yang ditulis. Saat menulis sebuah berita fokuslah hanya pada satu topik, jangan melebar kemana-mana. Ini akan membuat tulisan anda menjadi tidak jelas.
  8. Tulislah berita secara proporsional dan jangan berlebihan.
  9. Periksa kembali kalimat kutipan, pernyataan dalam rekaman dan konfirmasi
  10. Patuhilah kode etik jurnalistik yang melarang wartawan melakukan plagiat. Mematuhi kode etik jurnallistik yang ada dalah hal paling penting dlam menulis sebuah berita. (Marusdi)
Bagikan :