Rumah Tahfidz Qurrata ‘a’yun MTsN 1 Seluma Gelar Wisudah Perdana

Rumah Tahfidz Qurrata ‘a’yun MTsN 1 Seluma Gelar Wisudah Perdana

Seluma (Inmas) – “Keberadaan Rumah Tahfidz diharapkan dapat menjadi sarana dalam menekan angka buta aksara Qur’an dan menjadikan generasi mendatang menjadi generasi yang cinta Al-Qur’an”

Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur Bengkulu yang di wakili oleh staf ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM,  H. Muslih, Z, SH, M.Si dalam sambutannya saat menghadiri Wisudah Perdana  Rumah Tahfidz Qurrata’a’yun MTsN 1 seluma di Desa Tumbuan Kecamatan Lubuk Sandi, 14/03/20 yang lalu.

Namun sebelum itu, Emi Sudarmi, M.Pd. kepala MTsN 1 Seluma dalam pesannya menyampaikan  serta mengharapkan dengan adanya Rumah Tahfidz para siswa lebih giat dalam menghafal dan belajar mengaji serta mengkaji Al-Qur’ an ini semua tertuang dalam Visi dan Misi berdirinya rumah tahfdz Qurrata’a’yun MtsN 1 Seluma.

“Program Rumah Tahfidz MTsN 1 Seluma bertujuannya untuk mencetak generasi unggul dan cinta Qur’an, juga melahirkan anak yang cerdas dalam bidang akademik,  cerdas spiritual dan sukses untuk urusan akhirat,”  tegas Emi.

Wisuda Tahfidz perdana ini diikuti oleh  5 orang siswa dengan rincian, 4 orang perempuan dan 1 orang laki-laki. Semoga di tahun-tahun berikutnya MTsN 1 Seluma dapat melahirkan banyak hafidz dan hafidzah yang memiliki hafalan AlQur’an yang mutqi.

Tak kala bahagianya, Wakil Bupati Seluma, Suparto, M.Si. yang kala itu sangat mengapresiasi kegiatan Wisudah Tahfdz menyampaikan keinginannya terhadap para siswa yang diwisuda.

 “Dengan hafalan alquran, jiwa sanubari, watak dan karakter Siswa siswi akan terjaga disamping itu perilaku tercela juga akan terhindar,” katanya.

Ia menegaskan, melalui program ini telah terkandung nilai dan ruh dari visi-misi sekolah dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Disamping itu, sebagai basis untuk pendidikan karakter dan pembiasaan yang positif dalam melawan arus globalisasi.

“Dengan menghafal Alquran banyak manfaat yang  didapatkan seperti menangkal nuzul fikri, perkembangan terknologi dan perilaku menyimpang,” sebutnya.

Lanjut Suparto, “Bagi diri sendiri, menghafal Alqur’an akan mendapatkan kehormatan didunia seperti menjadi imam salat. Bagi orang lain, diakhirat akan menjadi kado terindah bagi orang tua yang telah berhasil mendidiknya,” terangnya.

Bagikan :