Buka Musda MUI, Kakan Kemenag MM : MUI Harus Miliki Ilmu Keulamaan, dan Nilai Kebangsaan

Buka Musda MUI, Kakan Kemenag MM : MUI Harus Miliki Ilmu Keulamaan, dan Nilai Kebangsaan

Mukomuko (Inmas) -- Demi meningkatkan status kinerjanya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mukomuko menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) ke-V Tahun 2020, Sabtu (14/03), yang bertempat di Balai Daerah Kabupaten Mukomuko. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kakan Kemenag Mukomuko Drs. H. Ajamalus, MH. Dalam kesempatan itu, Ajamalus meminta  Pengurus MUI harus memiliki ilmu keagamaan yang mendalam yang bertindak selaku keulamaannya, tetapi juga memiliki nilai kebangsaan yang tinggi. 

''Karena akan menjadi rujukan masyarakat dalam menghadapi permasalahan hidup. Sebab tidak semua yang kita pikirkan harus dikatakan, tapi sebelum dikatakan harus dipikirkan. Dan di tengah dinamika persoalan umat dan kebangsaan yang makin berkembang saat ini, maka tantangan untuk pengurus MUI berikutnya sangatlah berat makanya pengurus MUI itu tidak hanya memiliki ilmu keulamaan tetapi juga memiliki nilai kebangsaan yang tinggi,'' kata Ajamalus.

Lebih lanjut, mantan Kakan Kemenag Bengkulu Tengah ini menyampaikan bahwa MUI adalah organisasi tertinggi di Indonesia, karena disinilah tempat berkumpulnya seluruh organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan umat dan sekaligus berperan sebagai penyejuk umat. ''Sehingga kehidupan umat beragama dapat kondusif, aman dan damai,'' imbuhnya.

Kegiatan dihadiri oleh Sekretaris MUI Provinsi Bengkulu, Kepala Kantor Kementerian Agama, Waka Polres, Ketua MUI Kabupaten Mukomuko, Forkopimda Kabupaten Mukomuko, Ketua Pimpinan Ormas Islam Tingkat Kabupaten Mukomuko, Ketua MUI Tingkat Kecamatan Se-kabupaten, dan Kepala KUA se-kabupaten Mukomuko.

Ajamalus, M.H, juga menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada panitia, para undangan dan peserta yang telah hadir dalam acara ini dan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Musda ke-V MUI Kabupaten Mukomuko sehingga bisa terlaksana dengan lancar dan kondusif. (Elan)

Bagikan :