Apel Pagi,Memperbaiki NIat,Semangat,Dan Meningkatkan Rasa Ikhlas Dalam Bekerja

Apel Pagi,Memperbaiki NIat,Semangat,Dan Meningkatkan Rasa Ikhlas Dalam Bekerja

Kota Bengkulu (Inmas)-Apel pagi merupakan salah satu rutinitas yang dilaksanakan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, termasuk Seksi PAI dan Pengawas Kemenag Kota Bengkulu yang berkantor di Bentiring. Dimana, apel pagi yang rutin dilaksanakan ini adalah untuk pendisiplinan pegawai dan diawali dengan  dilaksanakannya Finger Print.

Seperti pada hari Selasa pagi 03 Maret 2020, Indri Sulistio, M.Pd., selaku pembina apel memberikan pengarahan yang menghimbau kepada seluruh ASN Seksi PAI dan seluruh Pengawas Kemenag Kota Bengkulu agar senantiasa selalu berucap syukur atas segala yang telah diperoleh, penghasilan yang diterima sebagai abdi negara pada Seksi PAI dan seluruh Pengawas Kemenag Kota Bengkulu patut disyukuri, dan pengaplikasian rasa syukur tersebut selain dengan lisan yang terucap juga dengan bekerja dengan lebih giat lagi serta dengan penuh rasa tanggung jawab.

Disamping itu, Beliau menyampaikan pula, bahwa hari ini merupakan minggu awal di bulan Maret tahun 2020. Maka, Beliau menghimbau agar seluruh ASN untuk memperbaiki niat, semangat, dan meningkatkan rasa ikhlas dalam bekerja sehingga pada bulan Maret 2020 etos kerja para pegawai tetap stabil dan kalau perlu mengalami peningkatan.

Dengan diberlakukannya apel pagi rutin ini memberi hasil yang sangat maksimal, terutama sekali yang paling jelas adalah berupa kehadiran pegawai tepat waktu pada jam : 07.30 WIB. Dimana, secara tidak langsung hal ini dapat memupuk rasa tanggung jawab dan kekompakan seluruh pegawai,

Terpisah, Kepala Seksi PAI,Dr.Fahrurrazi,M.Si juga menyampaikan harapannya agar kualitas kerja semakin meningkat.

“Saya harap ke depan kita juga makin menjaga soliditas dan kekompakan tim karena pola kerja kita saat ini senantiasa mengalami perubahan kearah yang lebih positif dari tahun sebelumnya, yaitu pola kerja yang mengedepankan transparansi dan keterbukaan kepada publik. Oleh karenanya pola-pola kerja yang responsif, edukatif, dan kolektifitas harus ditingkatkan” tutur Fahrurrazi 

Sebagaimana pesan Kepala Kemenag Kota Bengkulu, Drs. H. Tasri, MA yang pernah menyampaikan bahwa, “sebagai pegawai disamping menjalankan 5 Budaya Kerja, kita juga harus 5 T”. yaitu,  tahu atas tugas dan fungsinya masing-masing, selain tahu juga harus “tertib” yang artinya setiap bekerja mengandung nilai seni guna mengurangi kebosanan atas rutinitas kerja setiap hari di kantor, “terukur” yang bermakna bahwa setiap hasil kerja dapat dipertanggungjawabkan hasilnya dan bisa dilakukan evaluasi atas kekurangan/kelemahan, “taat” memperi pesan bahwa harus ada loyalitas terhadap pimpinan maupun organisasi, dan yang terahir adalah “terintegrasi” dengan maksud bahwa setiap yang dikerjakan mempunyai korelasi.  (Fahrurrazi/Popi)

 

Bagikan :