Kemenag Kota Bengkulu Monev USBN Di SMAN 9

Kemenag Kota Bengkulu Monev USBN Di SMAN 9

Kota Bengkulu (Inmas)-Ujian Sekolah Berstandar Nasional atau yang lebih dikenal dengan USBN adalah sistem  evaluasi standar  pendidikan dasar dan menengah secara  nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan Depdiknas di Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. USBN digunakan sebagai standarisasi dari pemerintah untuk  menguji kelayakan seorang siswa untuk dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang  yang lebih tinggi dan sebagai pemerataan pendidikan secara nasional. USBN juga digunakan sebagai pembanding tingkat pendidikan Indonesia dan negara lain.

Dalam rangka pelaksanaan USBN yang telah terjadwal ini, maka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu Drs. H. Tasri, MA Melalui Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kota Bengkulu, Dr.Fahrurrazi,M.Si, pada Senin (02/03/2020) melaksanakan monitoring USBN PAI di SMA Negeri (SMAN) 9 Kota Bengkulu. Dalam monitoring USBN PAI yang dilakukan ini dapat dikonfirmasikan antara lain ketersediaan soal USBN PAI pada sekolah, kondisi soal, pemanfaatan soal USBN PAI, pelaksaan ujian, dan pelaporan hasil USBN PAI kepada Kemenag Kota Bengkulu.

Kasi PAI Dr. Fahrurrazi, M. Si. menjelaskan pada prinsipnya pelaksanaan USBN PAI SMA Negeri 9 dan SMA di kota Bengkulu berjalan lancar sesuai pos yang ada

“Naskah soal USBN PAI dari jenjang SMA, SMK, SMP dan SD yang telah disusun Tim Penyusun (KKG-MGMP PAI)  pada tingkatannya sesuai dengan kisi-kisi yang telah diberikan. Dimana, hal ini sangat mendukung dalam pelaksanaan USBN PAI di Kota Bengkulu” jelas Fahrurrazi.

Menurut Fahrurrazi, kerjasama Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dan Kemenag Kota Bengkulu di satu pihak, dengan Dinas Dikbud ProvinsiBengkulu berjalan lancar. Walaupun diakuinya harus dilakukan monitoring pada saat pelaksanaan ujian  ke sekolah-sekolah.

“Kadangkala ada keterlambatan atau miskomunikasi tentang penggunaan naskah yang kurikulum 2013 atau KTSP,” ucapnya.

Fahrurrazi berharap koordinasi intens Kemenag Kota Bengkulu dengan Dindikbud Kota Bengkulu, baik tingkat provinsi maupun kabuaten/kota, harus dibangun sehingga dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang tidak diinginkan.

Terkait pelaporan hasil USBN PAI, Kemenag Kota  Bengkulu telah menyebarkan form laporan manual maupun pelaporan link secara online. Diharapkan pelaporan ini dapat dikerjakan maksimal oleh semua sekolah yang dimotori Guru PAI, sehingga pemetaan capai kompetensi dasar PAI terukur secara objektif dan valid.

Selain monitoring pelaksanaan USBN PAI, Kasi PAI juga mendapat informasi yang menarik dan menjadi keunggulan di SMA Negeri 9, antara lain ditargetkan lulusan 100?n pemahaman Islam moderat. Tidak ketinggalan pembiasaan sholat sunnah Dhuha bagi para siswa. Mereka dibimbing dan dimonitor oleh para guru dalam praktek wudhu dan sholat sekaligus diadakan pembinaan saat terjadi kesalahan. Dan di setiap bulan Ramadhan diadakan Pesantren Kilat yang dipandu dan dibimbing oleh para guru.

“Program-program kegiatan agama di SMA Negeri 9 menjadi penguatan yang patut diapresiasi dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kota Bengkulu, sehingga religiusitas siswa terbangun secara benar dan terwujud akhlakul karimah,” pungkasnya.

Sementara itu menurut kepala SMAN 9 Kota Bengkulu, Wanpisata, M.Pd saat menerima kunjungan dari Tim Kemenag mengatakan, peserta USBN PAI  pada SMAN 9 tahun ini berjumlah 200 peserta terdiri dari siswa putra sebanyak 107 peserta dan siswi putri sebanyak 93 peserta. Dan dari 200 orang peserta ini terdiri dari 193 Peserta Muslim, Katolik sebanyak 3 peserta dan Protestan sebanyak  4 peserta.

Terlihat dengan begitu serius dan semangat para peserta USBN PAI  dalam mengerjakan soal soal ujian, mereka begitu tenang namun pasti. Hal ini tentunya berkat dukungan seluruh elemen pendidikan  baik itu Kepala Sekolah, guru maupun elemen lembaga pendidikan yang telah mempersiapkan segalanya demi suksesnya peserta didik dalam menempuh ujian. (fahrurrazi/Popi)

Bagikan :