MAN 1 Ramaikan Tabligh Akbar HUT Kabupaten Kepahiang

MAN 1 Ramaikan Tabligh Akbar HUT Kabupaten Kepahiang

Kepahiang (Inmas)- Berdasarkan surat undangan Tabligh Akbar yang dilayangkan pada 07 Januari 2020 oleh Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Kasi Pendidikan Madrasah maka kegiatan belajar mengajar di MAN Sayang difakultatifkan. Pada pukul 11.00 WIB KBM dialihkan untuk kegiatan Tabligh Akbar dalam rangka HUT Kepahiang yang ke 16, sebanyak 73 siswa MAN Sayang beserta guru dan pegawai MAN Sayang menuju Masjid Baitul Hikmah Kepahiang.

    Dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat kota kabupaten, maka keberangkatan para siswa dan guru tidak secara bersamaan. Para siswa ada yang menggunakan transportasi umum dan sepeda motor, sementara para guru berangkat menggunakan lima mobil pribadi.

    Setiba di lapangan para guru dan siswa berbaur dengan jamaah lain sesuai waktu kedatangan. Kegiatan dimulai dengan sholat dzuhur berjamaah. Terdapat kendala pada persediaan air untuk wudhu dan area wudhu yang belum terpisah. Selain itu karena setiap jamaah yang hadir langsung mengisi shof untuk sholat, hendaknya dipisahan antara Jemaah yang sholat dan yang udzur agar shof sholat tidak terputus.

    Ba’da sholat dzuhur, tabligh akbar dibuka dengan tilawah al-qur’an yang dibacakan oleh qori asal Nusa Tenggara Barat yang baru saja menjadi juara 1 MTQ Internasional yang digelar di Istambul Turki (26 Mei 2019), Syamsuri Firdaus. Selanjutnya tausiyah disampaikan oleh Ust. Das’ad Latif, penceramah juga peneliti di bidang komunikasi massa asal Sulawesi Selatan. Ust. Das’ad Latif menyampaikan tausiyah dihadapan ribuan jamaah yang hadir dalam tenda yang didirikan di halaman masjid depan Kantor Bupati Kepahiang.

    Beliau memulai tausiyah dari potongan ayat tentang empat wajah manusia di hari kiamat berdasarkan perbuatannya di dunia serta tujuh golongan manusia yang diberi perlindungan oleh Allah di hari kiamat dan pahala sholat berjamaah. Tausiyah disampaikan dengan selingan lawakan serta sindiran untuk pejabat. Selain itu juga beliau mengajak jamaah untuk bersholawat dan menyanyikan potongan lirik beberapa lagu untuk menghindari kejenuhan.  

    Usai tausiyah ditutup dengan doa yang menyentuh. Setelah itu Jemaah meninggalkan area tabligh akbar untuk kembali. Para siswa MAN Sayang kembali ke rumah masing-masing tanpa koordinator lagi, sementara itu para guru dan pegawai kembali ke MAN Sayang.  -Liza Sudarti, S.Pd.Si

Bagikan :