Demi “Anak Perampit” Akibat Kawin Sirih Lansia Istbat Lagi

Demi “Anak Perampit” Akibat Kawin Sirih  Lansia Istbat Lagi

Bengkulu Selatan (Inmas) – Sekitar pukul 09.05 WIB Kamis pagi (28/11), enam pasang warga Kecamatan Pino Raya yang tergabung dalam kelompok lanjut usia (Lansia) mengikuti sidang istbat yang dilaksanakan Pengadilan Agama (PA) Kelas IIB Manna. Sidang berlangsung di ruang Pelayanan Umum Kantor Urusan Agama (KUA) Pino Raya, dipimpin Hakim PA Manna Rohmad.SH dengan Panitera Pengganti Sopiah,SH. Enam pasangan tersebut yakni Suparman-Mita Haryati, Suhardin-Yuhiti, Sahin-Surasmi, Juhan-Jaini, Iwandri-Susia Kartini dan pasangan Bakri-Husniani. Keperluan dalam mendukung data dan dokumen kependudukan masih bertahan sebagai factor utama permohonan disampaikan. Namun, ada yang lain, dua pasang pemohon berusaha agar mendapatkan buku nikah sebagai penguat dari status anak bawaan atau kerap disebut dengan istilah “ Anak Perampit”. “ Memang pernah gagal dalam berumah tangga, kali ini semua saya lakukan demi status anak bawaan dengan suami yang baru,” kata Surasmi kepada Humas KUA Pino Raya di sela-sela menuggu panggilan sidang digelar.

Terpisah Kepala KUA Pino Raya Drs.H.Winraini.M.HI, mengatakan ini kali kedua sidang istbat bulan November. KUA hanya sebatas pasilitas dan menyampaikan informasi ke masyarakat. Diakui Winraini, dengan tempat atau lokasi sidang tidak jauh, harapan kedepannya permohonan ini terus ada hingga tuntas semua warga Pino Raya memiliki buku nikah. “Diyakini masih ada yang belum memiliki buku nikah, namun mereka enggan atau bahkan merasa malu untuk mengurus, padahal KUA selalu siap mempasilitasi,” demikian Winraini. (salim)

Bagikan :