Kasi Sarpas Kanwil Agama Bengkulu Kunjungi MTs Panca Mukti

Kasi Sarpas Kanwil Agama Bengkulu Kunjungi MTs Panca Mukti

Benteng (Inmas) Minggu yang lalu Madrasah Tsanwiyah Panca Mukti Kabupaten Bengkulu Tengah mendapat kunjungan dari  Kepala Seksi  Sarana Prasarana Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Bengkulu, Mulyadi, M.Pd Senin (25/10).

Kunjungan Mulyadi, ke MTs Panca Mukti antara lain mengecek Sarana dan Prasarana yang ada di MTs Panca Mukti, memberi masukkan tentang cara pengisian usulan Sarpras di aplikasi online, monitoring dana BOS tahun 2019, serta validasi data emis. Hal tersebut penting beliau sampaikankan karena sekarang sistem aplikasi berkaitan dengan kegiatan di Madarsah sudah berbasis online antara emis,sarpras dan data lainnya. terang Mulyadi.

Dalam kunjungannya Mulyadi mengingatkan kepada operator madrasah agar lebih sering memantau usulan pengajuan sarana dan prasarana MTs Panca Mukti pada Aplikasi Pusdata SPM. Kepada operator beliau mengharapkan agar setiap pengajuan Proposal di Sarpras agar menyiapkan data-data terlebih dahulu agar dalam pengisian data pusdata SPM tidak ada kendala dan masalah.

“Kalau semua sudah terpenuhi sesuai dengan ketentuan yang ada kedalam aplikasi tentu harapan beliau apa yang kita butuhkan di Madarasah terpenuhi. Data emis juga harus segeri dipenuhi sesuai dengan kenyataan yang ada di Madarasah. Kepada Bendahara Bos saya berharap membuat laporan sesuai dengan Juknis yang ada agar ketika di audit oleh pihak yang berwenang maka pihak Madarsah akan aman”.

Kepala MTs Panca Mukti Siska Desi, S.Ag menyatakan rasa senang dan bangga atas kedatangan Kasi Sarpras Kemenag Propinsi yang datang langsung ke Madrasah Swasta yang tentu masih sangat jauh kata cukup Sarprasnya. Terlebih lagi kami juga senang dan bangga pada beliau saat meresmikan gedung kelas baru MTs Panca Mukti yang kami terima bantuan dari Kementrian Agama Provinsi anggaran 2018 yang lalu.

“Harapan kami kedepannya MTs Panca Mukti  dapat mengembangkan potensi siswa - siswi  yang di dukung dengan adanya sarana dan prasarana yang cukup dan memadai  khusus di bidang teknologi dan informasi  melalui laboratorium komputer agar siswa-siswi beserta guru dapat memahami dan mengerti betapa pentingnya  IPTEK dan IMTAQ pada saat ini” sebagaimana kami sampaikan permohonan Bantuan CBT ke Kementrian Agama Republik Indonesia pada waktu yang lalu” pungkasnya ( Siska ).

 

 

 

 

 

Bagikan :