MAN 1 Kepahiang Terus Dorong Kreasi Siswa

MAN 1 Kepahiang Terus Dorong Kreasi Siswa

Kepahiang (Inmas)- Kreasi yang dijadwalkan pada minggu kedua bulan september ini menjadi agenda yang ditunggu-tunggu siswa MAN 1 Kepahiang. Ba’da shalat dhuha, seluruh siswa kelas XII IPS berkumpul dan mulai melakukan persiapan untuk penampilan kelas, sementara kelas yang lain sudah mulai memenuhi lapangan upacara MAN 1 Kepahiang menanti pertunjukan. Pukul 07.45 WIB Jum’at kreasi dibuka oleh pembawa acara: Asmawati, dilanjutkan tilawah Al-Qur’an oleh Ardiansyah.

    Pertunjukan kreasi dimulai dengan penampilan tari kreasi “Sabda Cinta” dari Iyet Bustami & Eri susan. Marisa Vika Nanda (12 IPS 2), Mayoret utama ekskul drumband dan anggota ekskul tari dipercaya sebagai kopsentor gerakan tari. Dengan waktu latihan yang hanya dua jam, siswa membuat konsep kreasi sesuai bakat dan minat kelas. Sebagai siswa MAN, gerakan tari melayu dianggap sesuai mewakili citra siswa Madrasah. Riuh tepuk tangan siswa yang menonton mengapresiasi penampilan siswa putri.

    Sorak sorai ramai ketika para siswa putra menuju arena pertunjukan dengan kostum drama sesuai watak yang akan diperankan. M. Irvan Hamidi dan kawan-kawan menampilkan drama yang diinspirasi dari drama tahun sebelumnya. Drama yang menceritakan perjalanan pemuda, anak dari seorang ulama yang bergaul dengan miras dan narkoba. Dengan kebobrokan akhlaknya, pemuda tersebut  mengabaikan agama dan pendidikan di sekolah. Suatu saat ia bertengkar dengan gank nya hingga terlibat perkelahian dan pembunuhan. Hal itu membuatnya frustasi dan mulai mengikuti saran ayahnya menjemput hidayah Allah. Kerennya lagi ia dapat mengajak teman- temannya untuk hijrah bersama di jalan Allah.

    Drama dikonsep out the box hingga siswa tidak memiliki beban menghapal naskah dan mampu memerankan tokoh sesuai watak dengan lugas. Para siswa bebas berekspresi dan melakukan improvisasi asalkan sesuai alur cerita yang sudah ditentukan sebelumnya sehingga walau terdapat satu siswa yang tidak masuk, tidak mengganggu pertunjukan mereka.

    Pertunjukan ditutup dengan musikalisasi puisi oleh Awiza dan Rensi Apriani. Lantunan lagu lirih dari Opick “Khusnul Khotimah” menghantarkan muhasabah dari Hanum Asrofi membuat penonton terhanyuh. Beberapa siswa ikut meneteskan air mata terbawa suasana haru dan sedih.  Rencana awal penampilan ditutup shalawat, namun keterbatasan waktu maka dipersingkat. Sebelum kembali memulai aktivitas belajar di kelas, kegiatan kreasi ditutup do’a yang dipimpin Riyadi Alpiansa dan gema yel-yel madrasah penuh semangat. -Liza Sudarti,S.Pd.Si

Bagikan :