Ka Kemenag Lebong: Peringtan 1 Muharam 1441 Hijriah Momentum Intropeksi Diri Menjadi Lebih Baik

Ka Kemenag Lebong: Peringtan 1 Muharam 1441 Hijriah Momentum Intropeksi Diri Menjadi Lebih Baik

Lebong (Inmas). Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1441 Hijriah merupakan momentum instropksi diri agar lebih baik. hal tersebut dikatakan Kepala Kantor  Kementerian Agama  Kabupaten Lebong Mansyahri saat menghadiri peringatan tahun baru 1441 Hijriah yang di gelar Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong di Masjid Agung Sultan Abdullah pada Senin(01/09)

 “Kegiatan ini merupakan syiar agama Islam kepada masyarakat Kabupaten Lebong bahwa peringatan hari besar Islam harus dimeriahkan oleh umat Islam. Perpindahan tahun dari 1440 ke 1441 Hijriah harus membawa perubahan yang berarti bagi umat islam terutama kaum muda mereka harus sadar akan arti kehidupan untuk Hijrah menjadi yang lebih baik” ujar Mansyahri

Sementara itu ustad Bitoh Purnomo Lc.MA dalam tausiahnya menyampaikan sejarah terjadinya tahun baru hijriah dimana Penetapan tahun Hijriyah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab Ketika itu Abu Musa Al-Asy’ari menerima surat dari Khalifah Umar yang tertera bulan Syakban. Tapi, Syakban kapan? Syakban tahun ini atau tahun sebelumnya. Maka, kemudian ia mengusulkan kepada Khalifah Umar untuk menetapkan tahun kalender Islam. Khalifah Umar kemudian mengumpulkan sejumlah sahabat besar antara lain Sayidina Utsman dan Sayidina Ali. Maka muncul masukan antara lain dihitung sejak kelahiran nabi, atau sejak wahyu turun, wafat Rasulullah dan hijrah Rasulullah.

“Akhirnya ditetapkan hijrah Rasulullah sebagai lambang tegaknya syariat Islam yaitu tahun baru Islam terjadi pada 1 Muharam” ujar Bitoh Purnomo

Bukan hanya itu Ia juga menjelaskan rasululah menegakan syariat Islam dengan terang terang diawali dari hijrah beliau ke Madinah dengan menegakan tiga pilar yakni pertama mendirikan masjid sebagai tempat semua kegiatan mulai dari mengajarkan ajaran islam sosial ekonomi serta politik dan startegi perang di adakan di masjid. Yang kedua persatuan dan kesatuan dan yang ketiga menegakan keadilan dengan seadil-adilnya yang di sebut dengan piagam Madinah. (Bibin)

Bagikan :