Mahasiswa IAIN Kaji Dua Metode cara menghafal Alquran terhadap Siswa MIN 2 Kota Bengkulu

Mahasiswa IAIN Kaji Dua Metode cara menghafal Alquran terhadap Siswa MIN 2 Kota Bengkulu

Kota Bengkulu (Inmas) 19/07-Puluhan siswa – siswi  Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Bengkulu yang tergabung dalam kelompok ekstrakurikuler Tahfiz  mendapatkan pembelajaran sebagai objek penelitian dari mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu. Kegiatan tersebut mengkaji dua metode cara menghafal ayat Alqur’an bagi siswa MIN 2 Kota Bengkulu yang dilaksanakan di ruang mushola MIN 2 Kota Bengkulu pada hari rabu tanggal 17 Juli 2019 lalu.

Dalam melaksanakan kegiatannya, Lailli Nurhidayati, mahasiswi IAIN yang melaksanakan penelitian didampingi oleh pembina ekstrakurikuler Tahfiz MIN 2 Kota Bengkulu Suhada,S.Ag., menjelaskan bahwa tujuan penelitian ini adalah ingin mengkaji dua metode yang paling efektif untuk siswa supaya cepat menghafal ayat - ayat Alqur’an.

 “Kami ingin mengkaji metode apa yang paling efektif agar anak cepat dalam menghafal ayat ayat Alqur’an. Dengan dua metode yang kami tawarkan ini yaitu metode Takrir dan metode Kitabah”.Ujar Lailli.

Disisi lain Suhada,S.Ag, sebagai guru mata pelajaran Alqur’an dan Hadist sangat mengapresiasi metode yang diajarkan kepada siswa MIN 2 dalam menghafal Alqur’an.

 “Dengan adanya penelitian dua metode Kitabah dan Takrir ini, saya selaku guru yang mengampu mapel Alqur’an dan Hadist dapat mengetahui metode yang efektif bagi anak didik dalam menghafal ayat-ayat Alquran”. Ucapnya.

Sebenarnya dua metode ini sudah kita terapkan dalam mengajar. Namun dengan memahami metode menghafal Alqur’an yang efektif, pasti kekurangan yang ada dapat diatasi, jelas Suhada, S.Ag. lebih lanjut.

Selaku Kepala Madrasah, Zinatul Hayati,S.Ag., mengharapkan hasil dari kesimpulan penelitian mahasiswa agar dikonfirmasikan kembali kepihak madrasah sebagai pertimbangan dan acuan bagi guru yang mengampu mapel tersebut.

 “Kita sebagai objek penelitian bagi sebagian mahasiswa IAIN sangat mengharapkan adanya laporan atau umpan balik dari hasil kesimpulan tentang apa saja yang ditelitinya. Sehingga madrasah kita bisa mengevaluasi dan mengimplementasikan dari hasil penelitian tersebut, Jika hasil tersebut bersifat membagun dalam dunia edukasi”.Pungkas Zinatul. (Ridwan/Popi)

 

 

 

 

Bagikan :