Kepala TU MTsN 6 MM Ikuti Persiapan Pelaksanaan KSM 2019

Kepala TU MTsN 6 MM Ikuti Persiapan Pelaksanaan KSM 2019

Mukomuko (Inmas), Sehubungan dengan akan berakhirnya Tahun Pelajran 2018/2019 dan akan dilaksanakanya Kompetisi Sains Madrsah (KSM) Tingkat Kabupaten Tahun 2019, Kantor Kementerian Agama Mukomuko mengadakan rapat untuk membahas hal tersebut. MTsN 6 Mukomuko juga turut serta yang dihadiri oleh Kepala Tata Usaha, Sri Maryati, SHI.

Sri Maryati memaparkan hasil dari rapat yang dilaksanakan pada Senin, (01/07) di Aula Sakinah Kankemenag Kabupaten Mukomuko. Menurutnya terdapat tiga poin yang dibahas, pertama mengenai Penerimaan siswa baru, Kedua penerapan lima hari kerja, dan ketiga mengenai persiapan KSM Tahun 2019.

Menengai penerimaan siswa baru menurut Sri Maryati, pihak kemenag tidak menekankan berapa jumlah siswa yang harus di dapat yang terpenting usahanya.

Dalam kesempatan tersebut menurut Sri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mukomuko berpesan agar madrasah berbenah mepercantik diri terutama kebersihan, jika memungkinkan melakukan pengcatan madrasah sesuai warna hijau rekomendasi dari kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu.

“Mengenai 5 (lima) hari kerja tidak dapat dilakanakan karena beberapa faktor terutama tenaga pendidik dan kependidikan madrasah lebih dominan berstatus honorer, jika diberlakukan akan terjadi pembengkakan anggaran.

MDA/ TPA terancam hilang dikarenakan guru MDA/TPA kebanyakan merupakan guru madrasah, selain itu akan kehilangan siswa karena SMA/SMP/SD memberlakukan 6 hari kerja sehingga pulang lebih awal. Siswa kebanyakan tinggal di perkebunan dan waktu pulang menyesuaikan jemputan bus perusahaan,” papar Sri Maryati

Kemudian mengenai KSM, Sri menyampaikan bahwa pelaksanaan KSM berbasis komputer karena dari sekian kali ujian dinilai sukses ujian berbasis komputer baik UNBK maupun PPG .Pelaksanaan ujian secara daring. Peserta cukup ujian di kabupaten untuk tingkat kabupaten dan provinsi

“Pendaftaran KSM paling lambat tgl 10 juli 2019, bagi masing-masing madrasah diharapkan mengirimkan minimal satu orang untuk satu cabang,” Pungkas Sri. 

Bagikan :