Kepala Kemenag Lebong Hadiri Peringatan Isra M’iraj

Kepala Kemenag Lebong Hadiri Peringatan Isra M’iraj

Lebong (Inmas), Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong Mansyahri menghadiri peringatan Isra M’iraj Nabi Muhammad SAW 1440 H./ 2019 M  yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong bertempat di Mesjid Agung Sultan Abdulah pada Selasa (09/04).

Acara tersebut di hadiri Bupati Kabupaten Lebong H. Rosjhonsyah diikuti Ketua MUI Kabupaten Lebong Amin AR, Kajari, para Unsur Muspida Kabupaten Lebong, pimpinan Instansi Vertikal, TNI dan Polri, para Kepala SKPD, para Camat, Kepala KUA, Kepala Desa, para alim Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren, tokoh agama dan pimpinan Ormas Islam.

Dalam keterangannya Mansyahri mengatakan bahwa Isra M’iraj merupakan salah satu peristiwa penting dimana Allah SWT telah memperjalankan hambanya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke Sidratul Muntaha dalam jangka waktu satu malam.

“Melalui momentum peringatan isra’ Mi’raj kita manfaatkan untuk memantapkan eksistensi keislaman, yang memiliki prinsip dasar, nilai dan jati diri seorang muslim yang kokoh dalam rangka pengabdian kita membangun masyarkat Kabupaten Lebong,” ujar Mansyahri.

Sementara itu Bupati kabupaten Lebong Rosjhonsyah dalam sambutanya mengatakan bahwa membangun Kab. Lebong tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah, namun menjadi tugas seluruh warga Kabupaten Lebong untuk bersama-sama pemerintah daerah berkarya dan bekerja mewujudkan masyarakat Kab. Lebong yang sejahtera lahir dan batin.

“Membangun tempat ibadah tanggung jawab umaro dan mengisi serta meramaikan tempat-tempat ibadah tugas para ulama,” kata Rosjhonsyah.

Selain itu ia mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebong untuk bersatu dalam menghadapi pemilu serentak mendatang walaupun dalam memilih pemimpin berbeda-beda tapi tetap persatuan dan kesatuan harus terjaga.

Disamping itu Ustad Rabiul Jayan yang menyampaikan ceramah Isra M’iraj menerangkan riwayat perjalanan isra m’irajnya Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa kemudian naik ke sidratul muntaha untuk menerima perintah salat 5 waktu. “Hikmah diturunkannya salat sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar,” kata Ustad Rabiul Jayan. (Bibin)

Bagikan :