Kakanwil Jelaskan Pentingnya Moderasi Beragama

Kakanwil Jelaskan Pentingnya Moderasi Beragama

Bengkulu (Inmas), Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Drs. H. Bustasar MS, M.Pd pada saat memberikan arahan kepada peserta kegiatan workshop peningkatan wawasan keagamaan dan dialog lintas agama menjelaskan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga kerukunan umat beragama khusus di Provinsi Bengkulu.

Dalam arahannya Kakanwil mengatakan moderasi tidak dapat dilepaskan dari kata berimbang dan adil tetapi bukan berarti berkompromi dengan pokok-pokok ajaran agama yang kita yakini demi bersikap toleran dengan pemilik agama lain.

“Moderasi beragama dapat diartikan dengan mencari jalan tengah atau para masing-masing pemeluk agama tidak boleh bersikap ekstrim dengan sudut pandangnya baik itu ekstrim kanan maupun ekstrim kiri,” lanjut Bustasar.

Selanjutnya Kakanwil juga menjelaskan dalam konteks kehidupan masyarakat yang plural dan multikultural di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu moderasi beragama harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna atau dengan kata lain moderasi sangat erat kaitannya dengan toleransi.

“Saya harap kepada Bapak Ibu yang mengikuti kegiatan workshop ini nantinya dapat menyusun sebuah kebijakan dan langkah-langkah konkrit dalam mengusung moderasi beragama dimasyarakat sehingga nantinya kebijakan yang kita rumuskan dapat menekan berbagai persoalan keagamaan yang menjadi potensi konflik antar umat beragama,” harap Bustasar.

Untuk diketahui Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu melalui Sub Bagian Hukum dan KUB mengadakan workshop peningkatan wawasan multikultur dan dialog lintas agama tingkat Provinsi Bengkulu yang diadakan Hotel Grage Horizon dari tanggal 04 April sampai dengan 06 April 2019. Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama se-Provinsi Bengkulu.

Saat ditemui setelah acara pembukaan kegiatan workshop Kepala Subbag Hukum dan KUB Abd. Qohar mengatakan kegiatan ini merupakan alat kontrol stabilitas perkembangan pemikiran dan nilai kerukunan hidup umat beragama dikalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pengurus FKUB di Provinsi Bengkulu.

“Nantinya peserta akan diberikan informasi dan pemahaman secara holistis mengenai kehidupan beragama di Indonesia dan sekaligus akan disusun langkah strategis untuk pengembangan kehidupan umat beragama berdasarkan pandangan atau pemahaman para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang mengikuti kegiatan workshop ini,” ujar Qohar. (haf)

Bagikan :