Buka Kegiatan Penyusunan Soal USBN, Kakanwil Ingatkankan Pentingnya Inovasi Pendidikan

Buka Kegiatan Penyusunan Soal USBN, Kakanwil Ingatkankan Pentingnya Inovasi Pendidikan

Bengkulu (Inmas), Saat membuka kegiatan penyusunan dan perakitan soal USBN Mapel Pendidikan Agama Budha se-Provinsi Bengkulu Kepala Kanwil Kemenag Prov. Bengkulu Bustasar MS mengingatkan kepada para peserta tentang pentingnya inovasi pendidikan, Selasa (26/02).

“Kepada para Guru Mapel Pendidikan Agama Budha yang telah hadir saya harapkan aktif untuk membuat kajian-kajian tentang inovasi pendidikan sehingga inovasi pendidikan yang dihasilkan memiliki model bottom up innovation,” urai Kakanwil.

Lebih lanjut Bustasar juga mengatakan beberapa faktor yang harus dipenuhi agar pendidikan berjalan dengan baik, diantaranya faktor Guru, faktor anak didik dan faktor penyediaan sarana dan prasarana.

“Disamping kemampuan teknis dalam dalam pemahaman mata pelajaran, anak didik juga harus Bapak Ibu ajarkan tentang kecerdasan emosional khususnya dalam etika moral karena kita lihat saat ini pengaruh buruk dari media sosial sangat kuat,” kata Kakanwil.

Menanggapi hal tersebut Pembimas Budha Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Warlan mengatakan akan segera berkoordinasi dengan para Guru Pendidikan Agama Budha se-Provinsi Bengkulu untuk mewujudkan inovasi pendidikan dengan model bottom up.

“Pak Bustasar jika dilihat beliau menginginkan inovasi pendidikan yang dihasilkan benar-benar cerminan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari bawah, bukan cerminan pendidikan yang sentralistis,” terang Warlan.

Selanjutnya Warlan juga mengucapkan terima kasih kepada majelis, lembaga dan yayasan Agama Budha di Provinsi Bengkulu yang mendukung penuh kegiatan-kegiatan Bimas Budha dalam memberikan pelayanan ke masyarakat.

Untuk diketahui kegiatan Penyusunan dan Perakitan Soal USBN Mata Pelajaran Pendidikan Agama Buddha se –Provinsi Bengkulu Tahun 2019 akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 26 Februari sampai dengan 28 Februari dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang yang merupakan Guru Agama Budha dari empat Kabupaten di Provinsi Bengkulu. (haf)

Bagikan :