Jamarah Kemenag Bengkulu, Tuntaskan Permasalahan Haji dan Umroh

Jamarah Kemenag Bengkulu, Tuntaskan Permasalahan Haji dan Umroh

Bengkulu (Inmas)- Jagong Masalah Umroh dan Haji (Jamarah) yang digelar Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah dan Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, diharapkan sebagai wadah untuk menggali sekaligus menuntaskan permasalahan haji dan umroh di Provinsi Bengkulu.

    "Jadikan jamarah ini sebagai ajang diskusi, sampaikan permasalah yang bapak/ibu hadapi khususnya terkait haji dan umroh, mudah-mudahan kita bisa menyelesaikannya dan mewujudkan penyelenggaran haji dan umroh yang berkualitas," kata Kepala Kanwil Kemenag Bengkulu, Drs.H.Bustasar MS,M.Pd saat membuka kegiatan Jamarah yang diikuti oleh 150 orang peserta di Hotel Santika Kota Bengkulu, Sabtu (15/12).

    H.Bustasar meminta kepada peserta Jamarah agar aktif dalam kegiatan tersebut dengan menyampaikan permasalahan yang ada sekaligus memberikan masukan positif terkait penyelenggaraan haji dan umroh dimasa mendatang.

    "Indeks kepuasan Jamaah haji terhadap pelayanan haji secara nasional pada tahun Tahun 1439H/2018M sudah sangat baik yaitu sebesar 85,23, mudah-mudahan kedepan akan terus meningkat,"  katanya.



    Sementera itu Kepala Bidang Haji dan Umroh, Drs.H.Ramlan, M.HI menjelaskan kegiatan Jamarah yang digelar selama 1 hari tersebut diikuti oleh berbagai unsur seperti pemerintah daerah, KBIH, Organisasi Keagamaan, pemuda pelajar, Guru dan Santri Pondok Pesantren, Baznas, BWI, tenaga musiman embarkasi haji antara Bengkulu, calon jamaah haji, majelis taklim dan media masa lokal.

    Dalam Jamarah yang digelar di-18 Kota diseluruh Indonesia, termasuk Bengkulu menghadirkan narasumber pejabat penyelenggara haji dan umroh baik Kementerian Agama pusat maupun daerah.

    Dengan narasumber yang kompeten diharapkan akan memberikan pencerahan terkait permasalah haji dan umroh di Bengkulu, apalagi saat ini telah tercatat sebanyak 13 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Provinsi Bengkulu.

    "Ada 13 PPIU yang telah memiliki izin di Provinsi Bengkulu, namun sayangnya masih ada PPIU yang keberadaannya hanya sebagai agen dengan menerapkan sistem sejenis multilevel yang sangat sulit untuk kami data," tambah Ramlan.

    Terakhir, Ramlan berharap dengan adanya Jamarah akan menambah pengetahun seluruh peserta dengan berbagi informasi sekaligus mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga pada akhirnya tidak ada lagi permasalahan yang dapat merugikan masyarakat. (JJ).

   

Bagikan :