MTsN 2 Lebong Laksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

MTsN 2 Lebong Laksanakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Lebong (Inmas), Peringatan maulid nabi 1440 H di MTsN 2 Lebong adalah salah satu kegiatan yang rutin dillaksanakan setiap tahun. Dengan diadakannya peringatan Maulid Nabi Muhammad 1440 hijriyah di MTsN 2 Lebong (24/11) diharapkan akan tumbuh sifat mencintai Rasulullah dan senantiasa mengamalkan perbuatan rasulullah baik dalam beribadah, belajar atau ketika berada dilingkungan masyarakat.

Peringatan maulid nabi Muhammad SAW di MTsN 2 Lebong dimulai pukul 8. 30 dengan lokasi di Mushalla MTsN 2 Lebong. Selain merupakan  kegiatan rutin, dengan adanya Maulid Nabi Kepala Madrasah berharap para siswa maupun keluarga besar MTsN 2 Lebong dapat menerapkan akhlakulkarimah seperti sifat dan sikap Rasulullah, karena hanya dengan akhlakulkarimah maka semua urusaan akan dapat diselesaikan dengan baik. Karena kerjasama yang berdasarkan akhlakulkarimahlah yang dapat memberikan respon dan serta kualitas yang baik di setiap permaslahan.

Acara tersebut dihadiri oleh semua siswa dan seluruh keluarga Besar MTsN 2 Lebong. Para petugas pada hari itu adalah para siswa MTsN 2 lebong. Dengan melibatkan para siswa menjadi panitia akan memberikan peluang bagi mereka untuk belajar bertanggung jawab serta akan memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi para siswa sebab dengan menjadi panitia kegiatan mereka akan berlomba-lomba untuk menampilkan yang terbaik.

Ceramah agama pada hari itu disampaikan oleh Abdul Hadis. Dalam ceramah beliau menyampaikan bahwa setiap insan yang beragama Islam wajib meneladani sifat-sifat Rasulullah, dan dalam ceramah tersebut juga beliau menyampaikan agar para siswa terus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan sebab, “kita sebagai manusia akan menjadi orang yang beruntung jika hidup kita ini senantiasa berlomba-lomba untuk berbuat baik kepada orang lain,” kata beliau.

“Dengan meneladani sifat rasulullah, maka di zaman yang modern dan canggih ini tidak akan terjadi yang namanya anak melawan orang tua, tidak akan adalagi para siswa berani melawan guru tidak ada lagi rasa iri sesame  rekan kerja dan tidak akan terjadi perselisihan berkepanjangan antar siswa. Yang kita harapkan adalah terjain rasa persaudaraan yang tinggi bukan sebaliknya,” tegas beliau. (Fahrizal Hadi)

 

Bagikan :