Kemenag Kaur Sosialisasikan Penggunaan Vaksin MR di Madrasah dan Pondok Pesantren

Kemenag Kaur Sosialisasikan Penggunaan Vaksin MR di Madrasah dan Pondok Pesantren

Kaur (Inmas) – Kementerian Agama Kabupaten Kaur  kembali mensosialisasikan penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) di lingkungan Madrasah dan Pondok Pesantren di Kabupaten Kaur.

Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Kemenag Kabupaten Kaur Drs. H. Zainal Abidin, MH melalui Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Mugiyem, SE usai mengikuti Sosialisasi Pelaksanaan Imunisasi MR Terpadu, di Hotel Grage 6-8 Oktober 2018.

Dalam keterangannya, Kasi Pakis Mugiyem Selasa, (9/10) mengatakan, berdasarkan penjelasan Komisi Fatwa MUI DR. KH. Abdul Halim Sholeh dalam sosialisasi tersebut, penggunaan Vaksin MR yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya haram. Namun, mengingat kondisi saat ini maka hukumnya menjadi boleh (mubah).

“penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute Of India (SII) yang mengandung unsur babi menjadi boleh digunakan mengingat sampai saat ini belum ditemukan Vaksin MR yang halal dan suci”ungkap Mugiyem.

Mugiyem mengatakan pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) untuk di Provinsi Bengkulu saat ini sudah diatas 70 persen dan untuk di Kabupaten Kaur berada di urutan keempat pelaksanaan MR se Provinsi Bengkulu.

Kasi Pakis Mugiyem menambahkan, terkait fatwa mubah yang dikeluarkan oleh MUI, menurutnya fatwa tersebut akan dijadikan rujukan Kementerian Agama untuk melakukan sosialisasi kepada Madrasah dan Pondok Pesantren untuk melaksanakan kembali Imunisasi MR.

"Harapan kami pelaksanaan imunisasi MR di Kabupaten Kaur bisa melebihi 95 persen” pungkasnya. (Puji**)

Bagikan :