MIN 1 Benteng Terima Tim Sosialisasi MR

MIN 1 Benteng Terima Tim Sosialisasi MR

Bengkulu Tengah (Inmas)- Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Bengkulu Tengah bersama Puskesmas Bentiring melaksanakan sosiaalisasi Imunisasi MR Campak dan Rubella selasa 28 agustus 2018. Acara ini di hadiri langsung oleh Kepala Bidang Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Tim Imunisasi Puskesmas Bentiring, Ketua komite, Pengawas Madrasah dan lebih dari 100 orng wali siswa MIN 1 Benteng.

    Diawali ucapan selamat datang kepada semua yang hadir dalam acara sosialisasi MR ini, Kepala Madrasah Emiyati, M.Pd dalam sambutannya juga menyampaikan.

    “Acara ini diadakan untuk menjawab keraguan dari semua wali siswa tentang status vaksin ini. Setelah beberapa waktu lalu kami meminta penundaan pelaksanaan imunisasi, hari ini akan langsung diberikan setelah sosialisasi selesai dan mendapat persetujuan dari orang tuanya. Tidak ada pemaksaan, bila orang tuanya tidak setuju imunisasi tidak akan diberikan kepada anknya”.

    Salah satu Tim Puskesmas Bentiring Lamro Nauli, S.Km dalam acara ini menjelaskan, kegunaan vaksin MR ini untuk mencegah terinfeksinya virus campak dan rubella.

    “Rubella ini lebih berbahaya dari penyakit campak, selain sangat mudah menular virus ini juga bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi jika terinfeksi selama kehamilan dan paling fatal bisa menyebabkan kematian pada penderita. Obatnya sampai sekarang belum ada, sehingga pencegahan lewat imunisasi sangat penting” lanjutnya.

    Kepala Bidang Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Lisyenti Bahar, S.Km.M.Ppm juga menjelaskan, dari semua Negara di dunia, ada 10 negara dengan kasus campak terbesar di dunia, salah satu diantaranya adalah Indonesia. Berkaitan dengan kondisi ini Indonesia harus mampu mencapai eliminasi Campak dan pengendalian Rubella pada tahun 2020. Diantara upaya itu adalah pencegahan melalui Imunisasi MR ini. Tujuannya supaya rakyat Indonesian bebas dari Campak dan Rubella serta penerus bangsa kita sehat.

    Ia juga menambahkan “ MUI memang memutuskan vaksin ini haram, tapi pada point ke 3 MUI juga membolehkan bila itu darurat. Kita termasuk negara dengan kasus Campak terbesar di dunia, ini sudah termasuk darurat. Kita hanya bisa mencegah dengan Imunisasi ini, kalau sudah terinfeksi sampai sekarang belum bisa di obati dan akibatnya akan permanen”.

    Dalam acara sosialisasi ini diadakan tanya jawab wali siswa pada pihak Puskesmas dan Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu. Setelah sosialisasi selesai Tim Imunisasi Puskesmas Bentiring langsung memberikan suntikan Imunisasi MR kepada siswa yang disetujui oleh orang tuanya. (Anita NS)

Bagikan :