Kakanwil Harap Ada Peningkatan Kreatifitas Guru PAI

Kakanwil Harap Ada Peningkatan Kreatifitas Guru PAI

Bengkulu (Inmas), Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu Bustasar MS berharap ada peningkatan kreatifitas Guru Pendidikan Islam (PAI) dalam memberikan pembelajaran di sekolah. Hal tersebut beliau katakan saat menjadi narasumber pada kegiatan Implementasi Pembelajaran dan Penilaian Kurikulum Pendidikan Agama Islam Tahun 2013 (K-13) pada Sekolah Angkatan II, Jumat (04/05).

“Guru PAI saat ini harus dapat menjadikan mata pelajaran agama menjadi mata pelajaran yang selalu ditunggu-tunggu oleh anak didik di sekolah, bukan mata pelajaran yang membuat bosan para anak didik walau waktunya hanya dua jam pelajaran,” ujar Bustasar.

Bustasar kemudian melanjutkan bahwa K-13 ini sangat mendukung Guru untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam memberikan pelajaran karena anak didik diberikan kesempatan untuk lebih aktif dikelas, seperti memberikan pertanyaan maupun berpendapat dalam diskusi.

Untuk diketahui kegiatan ini dilaksanakan dalam dua angkatan dan diikuti sebanyak delapan puluh Guru PAI yang terdiri dari Guru PAI SD, SMP, SMA dan SMK di Provinsi Bengkulu. Dari tahun 2015 Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam telah membina sekitar 800 Guru PAI yang ada di Provinsi Bengkulu.

Menurut Kasi PAI pada PAUD dan Dasar Bidang Pakis Kanwil Kemenag Prov. Bengkulu Muhammad Ali sejak tahun 2015 baru sekitar 33% Guru PAI yang dapat mengikuti kegiatan implementasi pembelajaran dan penilaian kurikulum K-13.

“Dari Guru PAI yang ada di Provinsi Bengkulu termasuk guru honorer yang baru bisa kita undang untuk mengikuti kegiatan ini sebanyak 33% atau sekitar 800 orang, kita harapkan untuk tahun depan jumlah peserta yang akan kita undang meningkat dibanding tahun ini,” ujar Ali.

Muhammad Ali juga menjelaskan narasumber yang hadir berasal dari Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, IAIN Bengkulu dan juga yang khusus diundang dari Kementerian Agama RI sedangkan materi yang diberikan diantara menyangkut masalah metode active learning pembelajaran PAI, model rancangan pembelajaran PAI dan juga membahas isu-isu strategis Program PAI di tahun 2018. (haf)

Bagikan :