Hj.Sukmawati Bustasar: Ibu Wajib Mengajarkan Kejujuran Pada Anak

Hj.Sukmawati Bustasar: Ibu Wajib Mengajarkan Kejujuran Pada Anak

Bengkulu (Inmas) - Dibalik kelembutannya, Seorang ibu memiliki peran  strategis dalam sebuah keluarga khususnya kewajiban untuk mengajarkan tentang kejujuran kepada anak, kata Ketua Dharma Wanita Kanwil Kemenag Bengkulu, Hj.Sukmawati Bustasar, Kamis (9/3).

    Hal itu disampaikan Sukmawati mengutip sambutan Wakil Ketua KPK terkait peran strategis seorang ibu dalam acara pembukaan Training Of Trainer (TOT) Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Hotel Lumire Jakarta.

    Acara TOT SPAK kerjasama Itjen Kemenag RI, Dharma Wanita Kemenag RI, KPK dan Australia Indonesia Partnership For Justice (AIPJ) tersebut mengangkat konsep pencegahan korupsi berbasis Keluarga yang melibatkan istri-istri pejabat eselon I dan II dilingkungan Kementerian Agama.

    Masih mengutip pernyataan Wakil Ketua KPK, Sukmawati mengatakan saat ini hanya sekitar 4 persen anak yang diajarkan tentang kejujuran oleh ibunya.

    "Fakta ini sangat miris dan menjadi pekerjaan berat bagi para ibu khususnya Dharwa Wanita Kemenag Bengkulu," katanya.

    Untuk itu dengan menjadi agen SPAK Kementerian Agama, Sukmawati  berjanji akan menyebarkan ilmu terkait bahaya korupsi bagi seluruh anggota DWP Kementerian Agama Bengkulu dan masyarakat secara umum.



    Sementara itu, Irjen Kemenag RI, Nur Kholis Setiawan mengatakan bahwa Itjen sebagai pengawas internal Kemenag menginisiasi untuk menjadikan seluruh dharma Wanita Kemenag sebagai kader-kader anti korupsi.

    "Tahun lalu Kemenag memiliki 64 agen SPAK, dan hari ini ditambah 110 peserta TOT SPAK sehingga total agen SPAK Kemenag 174 orang," katanya.

    Nur Kholis berharap dengan ikhitar yang telah dilakukan semoga dapat membantu mewujudkan Kementerian Agama yang baik dimasa mendatang karena  basis melawan korupsi itu dari keluarga.

    "Kita sama-sama menyadari bahwa keluarga adakah ruang pendidikan utama, dan semoga kader-kader ini menjadi virus positif bagi pencegahan korupsi di Kemenag," ungkapnya.

    Ditempat yang sama, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan tindak korupsi membuat banyak pihak menderita, pendidikan dalam keluarga serta pemahaman agama merupakan benteng tindak korupsi.

    "Kita harus memahami esensi agama kita, bahwa agama melarang tindakan korupsi yang dapat merugikan orang lain. semoga dengan acara ini 10 sampai 20 tahun kedepan akan hadir genarasi yang kuat yang siap untuk  memerangi korupsi," katanya. (Jaja)

   

Bagikan :