Pejabat Kemenag RL Hadiri Sosialisasi Saber Pungli Polda Bengkulu

Pejabat Kemenag RL Hadiri Sosialisasi Saber Pungli Polda Bengkulu

Rejang Lebong (Inmas) -- Untuk menghindari adanya tindakan pungutan liar di lingkungan Kementrian Agama Rejang Lebong, pada Kamis pagi (16/11) bertempat di aula Kantor wilayah Kementrian Agama Provinsi Bengkulu, diadakannya sosialisasi saber pungli oleh anggota kepolisian daerah Bengkulu, yang diisi oleh Kasubdit Binmas Polda Bengkulu Kompol H. Nainggolan.

Acara sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh kepala kemenag se Provinsi Bengkulu ini, tak luput juga dari kehadiran Kepala Kemenag Rejang Lebong Drs. H. Tasri, MA. Selain itu Kepala KUA kota Padang Rejang Lebong  Bulkis, S.Th.,I.,MHI, yang juga turut menghadiri acara tersebut bersama dengan kepala MAN Rejang Lebong Drs. H. Saidina Ali, M.Pd . Menyampaikan bahwa  sosialisasi tersebut, merupakan salah satu cara dalam memperkenalkan apa itu pungli, dan berupa apa saja kepada pihak Kemenag SeProvinsi Bengkulu.

“Sosialisasi ini sangat bagus, karena mengingatkan kembali, hal-hal yang  berbaur dengan saber pungli, seperti pengenaan biaya ataupungutan ditempat yang seharusnya tidak ada biaya pungutan kegiatan, namun dengan sengaja dikenakan dana, sehingga dengan demikian hal tersebut dapat diartikan sebagai kegiatan memungut biaya atau meminta uang dengan kata lain sebagai pungli,”jelasnya.

Sementara itu, dalam Sosialisasi yang dilaksanakan oleh pihak Polda Bengkulu yang sudah bekerjasama dengan Kemenag provinsi Bengkulu ini, juga menjelaskan terkait penyebab dilakukannya korupsi, siantaranya, karena seseorang tersebut rakus (Greedy), adanya kesempatan (opportunity), dan Kebutuhan hidup yang tidak berkecukupan (Need).

Terkait hal tersebut, Kepala KUA Kota Padang Rejang Lebong berharap, supaya seluruh pejabat Kementrian Agama Rejang Lebong tidak sampai melakukan hal memalukan tersebut, selain salah dalam aturan Hukum, namun juga dilarang dalam Agama Islam. Karena dampak dari kejahatan tersebut akan mengakibatkan Ekonomi biaya tinggi, rusaknya tatanan masyarakat, kesenjangan social, merugikan masyarakat, menimbulkan ketidak percayaan masyarakat kepada pemerintah.

“Kita sama-sama berharap pejabat dilingkungan Kemenag RL tidak tergiur dengan adanya hal tersebut, dan dapat selalu berserah diri kepada Allah SWT, dan juga selalu bersyukur dengan apa yang telah didapat, maka semuanya akan lancer, dan dapat mewujudkan Birokrasi yang bersih dilingkungan pemerintahan Kemenag,” tandasnya. (Azizah)

Bagikan :