Kasubbag TU Kemenag Lebong “CJH Harus Mengenal Proses Perjalanan Ibadah Haji Di Arab Saudi”

Kasubbag TU Kemenag Lebong “CJH Harus Mengenal Proses Perjalanan Ibadah Haji Di Arab Saudi”

Bengkulu (Inmas), Calon Jemaah Haji Kabupaten Lebong harus mengenal proses perjalanan ibadah haji di Arab Saudi, hal ini disampaikan Kasubbag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebong H. Olik Nurholik S. Ag saat menyampaikan materi manasik haji yang di selenggarakan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong di Mesjid Agung Sultan Abdullah pada hari Sabtu (08/07).

Manasik yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong ini dilaksanakan sebanyak 10 kali, diikuti 91 calon jemaah haji Kabupaten Lebong yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada bulan Agustus mendatang

Dikatakan Olik proses perjalan Ibadah haji sangat cukup menguras tenaga, oleh karena itu para CJh di tuntut untuk selalu menjaga kesehatan agar semua proses ibadah haji bisa di jalani dengan baik. Terutama setelah tiba di tanah suci Mekah mengingat keadaan cuaca yang berbeda dengan tanah air.

“CJH Kabupaten Lebong yang berjumlah 91 orqng yang tergabung pada kloter 7 Padang berdasarkan jadwal yang telah di terima akan berangkat dari BIM Padang menju bandara AMAA Madinah pada tangal 5 Agustus 2017. Jemaah haji setelah tibanya di Madinah setelah mengikuti proses pemeriksaan keimigrasian kemudian menuju pemondokan, selama di Madinah jemaah melaksanakan salat arbain di mesjid nabawi dan melakukan jarah seperti jarah ke makam Nabi Muhamad SAW dan dua orang sahabatnya, ziarah ke makam baqi, ke jabal uhud, ke raudah, masjid kiblatai dsb” jelas H. Olik.

Setelah itu kemudian berpakaian ihram menuju mikot bir ali untuk berniat ihrom dan menuju mekah, selama di perjalanan hendaklah memperbanyak membaca talbiah, tiba di mekah jemaah mendapatkan pemondokan yang telah di sediakan, kemudian melaksanakan tawaf dan sai.

“Bagi jemaah yang melaksanakan haji tamattu jemaah dapat  membayar dam dengan memotong hewan atau membayar dam melalui Bank al Rajhi. pada tanggal 8 Zulhijah seluruh Jemaah menju arapah untuk wukuf di Arafah. Y’ani berdiam diri dari mulai zuhur untuk melaksanakan ibadah seperti salat zuhur dan Asar (jamak takdim qasar), mendengarkan khutbah Arafah, dan memperbanyak taubat, tadarus, zikir, wirid dan sebagainya di padang Arafah sampai waktu magrib. "Wukuf merupakan puncak pelaksanaan ibadah haji. yang waktunya sudah ditentukan, yaitu mulai tergelincirnya matahari (waktu dzuhur) pada tanggal 9 Dzulhijah sampai dengan terbenamnya matahari (waktu magrib)," katanya. (Bibin)

Redaktur : H. Rolly Gunawan

Bagikan :