Ka.Kemenag Benteng Kunjungi Mantan Qori MTQ Nasional

Ka.Kemenag Benteng Kunjungi Mantan Qori MTQ Nasional

Bengkulu (Informasi dan Humas) 7/2- Muhammad Dahlan (66), tunanetra yang selalu setia didampingi istrinya, Jitem, perempuan Cilacap yang dipersunting menjadi istrinya 30 tahun yang lalu. Keberadaan istrinya, sebagai penunjuk arah gelapnya, setiap hari dipapa agar dia tidak salah langkah. Apalagi sejak bekerja sebagai CS di Musala PT BAM, 2 kilometer jalan nasional harus ditempuh dengan berjalan kaki.

    Qori tunanetra yang bersuara “emas” Bengkulu Tengah, menetap di Desa Taba Terunjam, Kecamatan Karang Tinggi. Menghabiskan masa tuanya tetap bekerja sebagai cleaning service (CS) di Musalah PT Bengkulu Angkasa Makmur (BAM) Kembang Seri. Tapi siapa tahu, ternyata masa remaja pernah bawa nama baik Provinsi Bengkulu di MTQ Nasional sebanyak 3 kali.

    Tepat pada hari jumat, 03/02 Ka.Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. H. Ajamalus mengunjungi pak dahlan guna menyambung silaturrahmi dan sekaligus menjadikan inspirasi hidup bagi para Qori’ dan Qori’ah yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah ini,ungkap Ajamalus.

    Keterbatasan fisik, bukan menjadi halangan besar M Dahlan, begitu akrab disapa. Justru dengan mata tidak bisa melihat, membuat M Dahlan berupaya mewujudkan harapannya. Bagi M Dahlan, dibalik kekurangan yang dimiliki, suara emas lah yang membuat dia beda dengan orang lain dan jadi penolong hidupnya, bisa mengaji tanpa melihat yang dipelarai dengan mata hatinya.ujar Ajamalus.

    Siapa sangka qori yang tidak pernah mengecap bangku sekolah ini, sudah keliling indonesia hingga ke tanah Jawa. Dari kesempurnaan suara emasnya mengantar dia mengikuti ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional. Tahun 1988 di Bandar Lampung, tahun 1991 Yogjakarta dan tahun 1997 terakhir MTQ diikutinya di Jambi, dengan bukti piala dan piagam.

    Harapan saya sebagai Kakan Kemenag Kabupaten Bengkulu Tengah semoga ini menjadi inspirasi bagi para generasi Qori’ dan Qoria’ah yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah ini dan masyarakat Provinsi Bengkulu pada umumnya, bahwa keterbatasan dan kekurangan yang ada bukanlah semata-mata menjadi penghalang bagi kita jika benar-benar mau belajar.jelas Ajamalus.(Bobi)

Redaktur : H.Rolly Gunawan

Bagikan :