H.Ajamalus: Kerukunan Umat Beragama Butuh Kearifan Penganutnya

H.Ajamalus: Kerukunan Umat Beragama Butuh Kearifan Penganutnya

Bengkulu (Informasi dan Humas) 18/11- Keberagaman yang dimiliki Bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, seperti dua sisi mata uang. Satu sisi hal tersebut merupakan khasanah bangsa yang harus dijaga, namun di sisi lain dapat menjadi bumerang apabila tidak dirawat. Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Drs.h. Ajamalus,MH pada saat menghadiri Rapat Koordinasi Keagamaan yang diselenggarakan di Pemda Kabuupaten Bengkulu Tengah.

"Keberagaman adalah khasanah Bangsa Indonesia yang akan memperkuat keutuhan bangsa. Oleh karenanya ini merupakan tanggung jawab dan tugas kita untuk menjaga kerukunan antar dan intern umat beragama di wilayahnya masing-masing," ucap Ajamalus.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa dalam menjaga kerukunan umat beragama tidak hanya sekadar hitam dan putih dengan bahasa legal formal. Lebih dari itu, AJamalus menegaskan bahwa kearifan lokal di daerahnya masing-masing merupakan kunci kerukunan di tengah masyarakat.

"Kerukunan itu butuh kearifan dari masing-masing personal dan kelompok, saling tepo seliro dan memahami satu dengan lainnya adalah kuncinya. Dan salah satu cara menjaganya adalah dengan tidak membenturkan masing-masing keyakinan yang dimiliki orang lain," tambahnya.

FKUB merupakan Forum Kerukunan Umat Beragama yang menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam hal pembangunan mental spiritual masing-masing pemeluknya. "Kerukunan itu mahal harganya. Dalam rangka menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa, kemarin negara mengeluarkan miliaran rupiah untuk keamanan dan segala hal yang menyertainya terkait aksi sebagian umat Islam di Jakarta pada tanggal 4 November 2016. Oleh karenanya apabila masing-masing daerah dapat menjaga kerukunannya dengan baik, niscaya akan membantu pemerintah dalam pembangunan bangsa," tandasnya.

Ajamalus juga mengatakan bahwa pada dasarnya semua agama mengajarkan tentang kebaikan pada semua makhluk Nya. Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu mengajarkan kerukunan dalam kitab sucinya. Oleh karena itu umat beragama yang melakukan aksi teror atau kriminal bukanlah bersumber dari agama, melainkan dari hawa nafsunya sendiri.tambah Ajamalus.

Penulis : Bobi **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :