Tenaga Humas Kemenag Harus Peka Menangkap Isu

Tenaga Humas Kemenag Harus Peka Menangkap Isu

Jakarta (Informasi dan Humas) 10/11- Seorang tenaga humas Kementerian Agama (Kemenag) harus peka untuk menangkap isu yang berkembang untuk dikemas menjadi sebuah informasi atau berita yang dibutuhkan masyarakat sekaligus meningkatkan citra Kementerian Agama.

"Seorang Jurnalis belajar untuk peka menangkap sebuah peristiwa dan menjadikan hal penting menjadi hal yang menarik bagi pembaca dan tentunya relevan," kata staf ahli Kementerian Agama bidang Informasi, Hadi Rahman dalam acara workshop Junalistik Tenaga Kehumasan Kementerian Agama di Ruang Sidang Setjen Kemenag RI, kamis ( 10/11).

Menurut Hadi, dengan kepekaan seorang penulis, ia akan mampu memunculkan angle berita yang yang tepat yang hal itu sangat berpengaruh pada menarik atau tidaknya sebuah berita." Jika tidak tepat dalam menangkap isu dan angle akan sulit mendapatkan simpati pembaca," tuturnya.

Angle berita diibaratkan sebuah jantung yang harus dibidik secara tepat untuk memikat audiens. Ia juga menjelaskan bahwa penentu sebuah angle berita adalah situasi, nilai berita dan lead, dan dengan kolaborasi tiga hal tersebut mudah-mudahan informasi akan dapat dipahami oleh pembaca.

Lebih lanjut, ia juga menerangkan bahwa banyak ragam fakta dan peristiwa yang dapat dijadikan berita yaitu  acara seremonial, litbang (survai, penelitian dll), regulasi dan Kinerja (reformasi birokrasi, manajemen, kepegawaian, layanan publik, dll) yang semuanya dapat dijadikan berita yang menarik.

"Kualitas berita ditentukan oleh news values, teknik editing dan framing (semuanya seling mengisi dan mempengharuhi untuk menampilkan sebuah berita yang memikat pembaca," terangnya.

Terakhir, dihadapan para peserta yang merupakan penulis berita website Kanwil Kamenterian Agama Se-indonesia, Hadi mengingatkan pada para jurnalis kemenag untuk tidak lupa melakukan planning dan pengenalan lapangan, kemudian melakukan peliputan berita dengan standars-standar jurnalistik dan yang yang paling penting adalah melakukan editing berita sebelum ditayangkan.

Sementara itu, sebelumnya, Kabid humas Kemenag RI, Rosidin, menyebutkan kegiatan workshop jurnalistik tenaga kehumasan dijadwalkan akan berlangsung selama dua hari penuh( 10-11 November 2016) dengan harapan dapat menambah wawasan baru, kompetensi baru bagi jurnalis kemenag yang berujung pada produksi berita kemenag yng cepat akurat dan dibutuhkan masyarakat.

Penulis : jj **

Bagikan :