Prof.Abdul Malik Fajar: Kemenag Punya Peran Penting Dalam Kerukunan Umat

Prof.Abdul Malik Fajar: Kemenag Punya Peran Penting Dalam Kerukunan Umat

Bengkulu (Informasi dan Humas) 23/9- Kementerian Agama sebagai instansi Vertikal memiliki tugas yang berat dan memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia, kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI, Prof.Dr.H.Abdul Malik Fajar, saat melakukan kunjungan ke Kanwil Kemenag Bengkulu, Kamis (22/9).

"Urusan Agama merupakan hal yang sangat kompleks, maka tidak heran pemerintah menjadikan kemenag sebagai intansi Vertikal karena masalah agama tidak bisa di otonomikan," ujarnya dihadapan seluruh ASN Kanwil Kemenag Bengkulu.

Didampingi Pgs.Ka.Kanwil Kemenag Bengkulu, Drs.H.Bustasar MS,M.Pd, Prof.Abdul Malik Fajar menerangkan kehadiran Kementerian Agama merupakan gagasan para pendiri bangsa yang tugasnya menciptkan tata kehidupan beragama yang rukun dan damai.

Indonesia merupakan bangsa yang  multikultural, kemajemukan itu sering kali memunculkan konflik yang berkedok agama, padahal pada kenyataanya banyak konflik yang terjadi di Indonesia bukan disebabkan oleh agama tetapi lebih pada faktor sosial, ekonomi bankah politik.

"Agama merupakan hal yang sangat sensitif, maka tidak heran jika agama sering kali dijadikan alat untuk menciptakan konflik oleh orang yang tidak bertanggungjawab," terangnya.

Untuk itu, selain pada Kementerian Agama, ia mengharapkan peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk dapat mewujudkan Indonesia yang rukun dan damai.

"FKUB merupakan perekat kerukunan umat," tegasnya.

Dalam pembinaan yang berlangsung selama satu jam, Mantan menteri agama pada tahun 1998/1999 yang juga pernah menjabat sebagai menteri pendidikan itu juga menyinggung masalah pentingnya pendidikan keagamaan dan peningkatan pelayanan penyelenggaraan haji.

Selain mengunjungi Kanwil Kemenag, Prof.Abdul Malik Fajar juga berkesempatan mengunjungi IAIN Bengkulu, Pemda Provinsi Bengkulu dan Dinas Pariwisata Bengkulu.

Penulis : jaja **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :