Ka.KanKemenag Benteng Warning Guru Malas Mengajar

Ka.KanKemenag Benteng Warning Guru Malas Mengajar

Bengkulu (Informasi dan Humas) 8/9- Sebagai upaya meningkatkan disiplin guru dalam mengajar serta upaya meningkatkan kualitas output madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. H. Ajamalus, MH akan memberikan sangsi tegas kepada guru madrasah yang malas mengajar tanpa ada alasan yang dapat dijadikan pegangan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Kita harus berpacu meningkatkan kualitas madrasah kita dengan cara meningkatkan disiplin dewan guru dalam mengajar sesuai dengan beban tugas mengajar yang telah diatur, seperti seorang guru wajib mengajar 24 jam dalam seminggu, terutama bagi guru yang sudah mendapat sertifikat guru profesional dan telah mendapat tunjangan profesi guru/tunjangan sertifikasi guru yang setiap bulannya sebesar gaji pokok yang diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Begitu juga bagi guru Non PNS yang sudah mendapat tunjangan profesi guru/tunjangan sertifikasi guru, mereka wajib mengajra 24 jam dalam seminggu, jika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik maka akan saya beri sangsi tegas sesuai dengan peraturan disiplin bagi PNS, mulai dari sangsi teguran secara lisan, tertulis, bahkan dapat dilakukan penghentian gaji atau penurunan pangkat jika sudah melakukan kesalahan berat.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah, Drs. H. Ajamalus, MH dalam arahannya pada acara pembekalan dan pembinaan guru madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum sebagai calon penerima tunjangan profesi guru/tunjangan sertifikasi guru di Aula Sakinah Kantor Kemenag Bengkulu Tengah (Rabu,7/09).

Kepada Kepala Seksi Pendidikan Islam (Kasi Pendis) dan Pengawas, Kepala Kemenag Benteng meminta untuk dilakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas guru penerima tunjangan sertifikasi guru ini agar mereka tidak terkena sangsi hukum, baik dari Kepala Kemenag selaku atasannya, maupun ketika diadakan pemriksaan oleh auditor Irjen ataupun BPKP dan BPK  yang  secara berkala akan mengadakan pemeriksaan kepada guru penerima tunjangan sertifikasi guru ini ingat H. Ajamalus.

Penulis : Boby **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :