Selama Ramadhan 1437 H, Peristiwa Nikah di KUA SAM Nihil

Selama Ramadhan 1437 H, Peristiwa Nikah di KUA SAM Nihil

Bengkulu (Informasi dan Humas) 12/7- Meskipun tidak ada larangan untuk melaksanakan akad nikah di bulan Ramadhan, masyarakat lebih memilih untuk tidak menikah di bulan Ramadhan atau bulan puasa.

Adapun alasan untuk tidak menikah di bulan Ramadha disamping alasan puasa juga kebiasaan masyarakat yang biasanya setelah acara akad nikah mengadakan acara walimahan atau dalam istilah masyarakat seluma acara perjamuan atau resepsi pernikahan yang tentu saja tidak dapat dilakukan pada bulan puasa.

Hal ini di sampaikan oleh Kepala KUA Semidang Alas Maras Marlius Putra, M.Hi di ruang kerjanya, Senin (11/06) pukul 09.00 Wib. Ia menjelaskan selama bulan Ramadhan tidak ada peristiwa nikah yang tercatat baik di kantor KUA maupun di luar kantor. Hanya saja di bulan Juni 2016 ada 1 peristiwa nikah yang tercatat, itupun sehari sebelum masuk Ramadhan tepatnya tanggal 5 Juni 2016 lalu.

Lebih lanjut Marlius menjelaskan tidak ada larangan dalam agama melaksanakan akad nikah di hari bulan Ramadhan. Hanya ada satu waktu dimana terdapat larangan menikah, yaitu pada saat ihram. Ini juga hukumnya masih terjadi silang pendapat. Sedangkan di dalam kitab Qurratul‘uyun disebutkan bahwasannya menikah yang baik adalah di bulan syawal dan disunahkan dibulan romadhon seperti hadits riwayat sayyidah ‘aisyah r.a yang artinya : “rasulullah saw menikah dengan saya pada bulan syawal dan memasuki nikah juga pada bulan syawal, maka siapakah istri-istri rasulullah yang lebih utama bagi beliau daripada saya? Kemudian sayyidah ‘aisyah menyunahkan memasuki nikah dengan wanita-wanita pada bulan syawal. Dan rasulullah SAW menyunahkan nikah pada bulan ramadhan.”

Penulis : Humas KUA **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :