Tregedi Yuyun, Kemenag Perkuat Peran Penyuluh Agama

Tregedi Yuyun, Kemenag Perkuat Peran Penyuluh Agama

Bengkulu (Informasi dan Humas) 9/5- Pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Yuyun (14), warga Dusun 4 desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak  Tanding (PUT) Kabupaten Rejang Lebong mendapat perhatian serius dari Pgs.Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Drs.H.Bustasar, MS,M.Pd.

“Peristiwa pemerkosaan yang dilakukan 14 pemuda terhadap yuyun merupakan peristiwa yang sangat keji dan pelaku harus mendapatkan hukuman yang setimpal,” Kata Bustasar usai mengunjungi kediaman orang tua alm.Yuyun, Minggu (8/5).

Kunjungan yang merupakan bentuk keprihatikan dan bela sungkawa, dilakukan Ka.Kanwil bersama Direktur Wakaf Kemenag RI, Dr.H.Suardi Abbas,MH serta seluruh  Pejabat dilingkungan kantor Kemenag Kabupaten Rejang Lebong.

Selain memberikan dukungan mental pada orang tua Alm.Yuyun, Pgs.Ka.Kanwil bersama rombongan juga berkesempatan memberikan bantuan, berjiarah dan berdoa bersama di pemakaman Yuyun yang berada di ujung desa tersebut.

Dalam keterangannya, atas nama keluarga besar Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu mengaku sangat prihatin dan berharap tidak akan terjadi peristiwa serupa di negeri ini.

“Ini peristiwa yang sangat memilukan, dan kedepan semoga tidak ada lagi peristiwa seperti ini,’ ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Untuk itu, ia mengaku akan melakukan langkah konkrit dengan meningkatan bimbingan keagamaan kepada  masyarakat. “Kami akan berupaya semampu kami yang salah satunya adalah dengan memperkuat peran penyuluh agama disetiap desa  dan keluarahan,” ujarnya.

Ia menghimbuu kepada Penyuluh Agama yang berperan sebagai pembimbing dan panutan masyarakat harus lebih aktif dalam membimbing masyarakat sehingga tidak terpengaruh oleh tradisi dan budaya negatif yang berkembang dimasyarakat.

“Kami akan optimalkan ratusan penyuluh agama yang tersebar di seluruh desa dan keluarahan dan mudah-mudahan upaya ini dapat menekan tindak amoral dan budaya negatif,” tambahnya.

Dengan berbagai suku, ras, tradisi, bahasa, serta status sosial ekonomi yang berbeda-beda, para penyuluh diminta untuk dapat mencari solusi masalah-masalah keimanan, (Aqidah), keislaman (syariah) dan masalah budi pekerti (Akhlakul karimah) yang terjadi dimasyarakat.

Penulis : jj Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :