Siswa MTs Nurul Kamal Buat Robot Line Follower Versi II

Siswa MTs Nurul Kamal Buat Robot Line Follower Versi II

Bengkulu (Informasi dan Humas) 29/2- Melalui Organisasi Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MTs Nurul Kamal, Para siswa berpeluang besar mengembangkan bakatnya dibidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Kali ini para siswa berhasil membuat robot line follower versi II. Robot ini adalah robot kedua yang berhasil dibuat siswa setelah membuat versi pertamanya.

Robot line follower adalah jenis Mobile Robot yang paling mudah dikembangkan oleh siswa, Khususnya siswa jenjang SMP/MTs. Robot ini memiliki sensor cahaya yang disebut dengan photodioda. Sensor inilah yang mampu membedakan warna jalan yang dilalui oleh robot, baik jalan yang berwarna hitam maupun warna putih. Dalam perlombaan biasanya sang robot tidak hanya sekedar berjalan melalui garis yang sudah ditentukan, namun juga membawa misi seperti memasukkan bola pingpong untuk dimasukkan kedalam keranjang.

Robot yang dibuat siswa MTs Nurul Kamal adalah jenis robot tipe analog, Sehingga tidak memerlukan pemrograman dalam mengoperasikannya. Sedangkan perbedaan robot versi I dengan Versi II yang dibuat siswa adalah dari desain mekanik. Pada versi I desain mekanik menggunakan perbandingan gear 1:3, Sedangkan pada versi II menggunakan Perbandingan 1:2, Sehingga robot versi II memiliki kecepatan lebih tinggi.

Salah satu siswa yang juga sebagai Ketua KIR MTs Nurul Kamal, Abdul Mukmin, Mengatakan “Sudah dua bulan ini para siswa KIR MTs Nurul Kamal memfokuskan untuk membuat robot, Robot yang berhasil kami buat sudah dua buah, Dan untuk selanjutnya kami berencana membuat robot berkaki tipe hexapod”, Ungkapnya, Kamis(25/02). Mukmin juga menambahkan bahwa robot berkaki yang akan dibuatnya sebisa mungkin terbuat dari bahan kayu untuk chasisnya.

Pembina KIR MTs Nurul Kamal,Okmansyah membenarkan apa yang disampaikan siswa bimbingannya tentang pembuatan robot selanjutnya akan mengarah ke jenis robot berkaki enam atau yang disebut hexapod. Namun karena keterbatasan pasokan dana, Dimungkinkan semua chasisnya akan terbuat dari kayu, Ini dilakukan untuk meminimalisir penggunaan dana, dan desain elektronikanya masih menggunakan tipe analog.

Penulis : Widia Nengsih **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :