Ka.Kanwil Kemenag Video Converence Bersama Sekjen

Ka.Kanwil Kemenag Video Converence Bersama Sekjen

Bengkulu (Informasi dan Humas) 1/10- Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr.H.Suardi Abbas, SH,MH gelar rapat bersama Sekjen Kementerian Agama RI, Prof.Dr.Nur Syam, M.Si melalui perangkat Video Converence, Rabu (30/9). 

Rapat dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu dan dihadiri oleh seluruh pejabat Eselon III dan IV Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu serta Kepala Kemenag Kabupaten/Kota. 

Rapat Video Converence tersebut juga terhubung dengan 12 Ka.Kanwil Kementerian Agama se-Indonesia termasuk Provinsi tetangga yaitu kanwil Kemenag Sumatera Selatan dan Sumatera Utara. 

Rapat Video Converence itu pertama kali dilaksanakan di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sebagai bagian dari pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Serta sebagai salah satu solusi untuk mengurangi pengeluaran biaya operasional khususnya biaya perjalanan dinas. 

Rapat yang dilaksanakan hampir 3 jam lebih membahas terkait optimaliasi pemanfaatan TIK, penyerapan anggaran masing-masing Kanwil Kementerian Agama dan permasalahan kerukunan umat beragama. 

Dalam arahannya Sekjen Kemenag RI mengharapkan kepada para Ka.Kanwil agar dapat mengenjot penyerapan anggaran di masing-masing Kanwil Karena hingga memasuki bulan 10 tahun 2015 rata-rata penyerapan anggaran masih dibawah 50 persen. 

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa kedepan Kementerian Agama akan membangun manajemen Crisis center pelayanan informasi bagi masyarakat khususnya pelayanan haji, kerukunan umat beragama dan isu-isu keagamaan lainnya. Kemudian akan dibangun sebuah Klinik Akuntansi dan BMN Kemenag sebagai wadah konsulitasi pengelolaan keuangan di Kementerian Agama. 

Menanggapi tantangan liberalisme, Sekjen barharap para Ka.kanwil menjadi agen terdepan dalam menghadapi tantangan itu karena liberalisme tidak hanya berbaju agama tetapi bisa berbaju ekonomi dan politik. 

Terakhir, ia mengajak kepada seluruh Masyarakat untuk terus membangun kerukunan umat beragama karena menurutnya tanpa kerukunan tidak ada pembangunan dan tanpa pembangunan tidak ada kesejahteraan. 

Penulis : Jaja **
Redaktur: Arsuk E

Bagikan :