H.Juni Muslimin,MA: Mahasiswa Harus Peka Terhadap Masalah Kerukunan

H.Juni Muslimin,MA: Mahasiswa Harus Peka Terhadap Masalah Kerukunan

Bengkulu (Informasi dan Humas) 4/9- Sebagai agen perubahan dan pergerakan seorang mahasiswa harus peka terhadap permasalahan kerukunan yang terjadi di masyarakat, kata Kepala Subbag Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, H.Junni Muslimin, MA saat menyampaikan materi dalam acara Orientasi Multikultural Mahasiswa Lintas Agama di Aula LPMP Provinsi Bengkulu, Kamis ( 3/9).

“Mahasiswa adalah bagian dari kelompok elite masyarakat harus terlatih untuk memahami persoalan kerukunan umat beragama sekaligus mampu mensinergikan dengan wawasan kebangsaan dan kenegaraan yang dimilikinya,” paparnya dihadapan 120 mahasiswa lintas agama dari sepuluh Kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. 

Lebih lanjut Mahasiswa juga agar menjaga nilai-nilai di masyarakat dan diharapkan mampu menjadi manusia yang tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikan generasi sebelumnya. 

Ia juga menambahkan, mahasiswa sebagai kaum intelaktual agar memahami makna tri kerukunan umat beragama, yang mencakup Kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. 

“Jika kerukunan di antara umat beragama dapat terjalin dengan baik, tidak hanya masyarakat yang harmonis tapi negara juga akan aman, ungkapnya.

Selain itu, untuk mewujudkan kerukunan umat beragama, mahasiswa juga harus paham terkait dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur masalah kerukunan umat beragama di Indonesia karena jauh sebelumnya para pendiri bangsa Indonesia juga telah sadar bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang multikultur, multi etnis dan multi agama dan mereka telah memberikan simbol dalam lambang negara Indonesia yaitu Bhineka Tunggal ika.

Kemudian pemerintah juga telah mempertegas dalam Pancasila sila ke I, Undang-undang Dasar pasal 29 hingga PBM Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan 8 yang diteruskan dengan munculnya peraturan Gubernur terkait pentingnya kerukunan umat beragama. 

Dengan pemahaman itu, Junni Muslimin berharap mahasiswa akan memiliki rambu-rambu dalam kehiduapan bermasayakat, mengedepankan toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama lainnya. 

Orientasi Multikultural Mahasiswa lintas agama dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 3 sampai 5 September 2015, dan selain melaksanakan orientasi multikultural mahasiswa lintas atama sebelumnya juga telah dilaksanaka Orientasi Multikultural Pelajar SMP dan SMA lintas agama. 

Penulis : jaja **Redaktur: Arsuk E

Bagikan :