Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA Pimpin Apel Pagi Kanwil Kemenag Bengkulu

Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA Pimpin Apel Pagi Kanwil Kemenag Bengkulu

Bengkulu (Informasi dan Humas) 20/8- Prof.Dr.H.Nasaruddin Umar, MA yang pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI memimpin apel pagi jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Kamis (20/8). 

Apel pagi yang dilaksanakan tepat pukul 07:30 WIB tersebut menjadi istimewa bagi jajaran Kanwil Kemenag Bengkulu karena menjadi ajang temu kangen dan silaturahmi jajaran Kanwil Kemenag Bengkulu bersama mantan wakil menteri agama itu. 

Dalam amanatnya, Nasaruddin mengingkatkan kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag Bengkulu agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan motto Kementerian Agama yaitu ikhlas beramal. 

Dikatakannya, menurut bahasa kata ikhlas dapat diartikan sebagai "tanpa pamrih" ataupun "tulus" tetapi lebih dari itu jajaran Kementerian Agama harus mampu memaknai kata ikhlas dengan ketulusan secara lahir dan batin. 

Sementara itu, dalam al-quran menurutnya kata ikhlas beramal bisa dijabarkan dalam istilah mukhlis dan mukhlas yang keduanya sama-sama baik tapi berbada makna dan artinya. 

Dijelaskannya orang yang mukhlis adalah orang yang senantiasa bersyukur atas segala perbuatan baik yang telah dia lakukan baik di dalam rumah tangga, tempat kerja maupun dilingkungan masyarakat.

"Orang Muklis adalah orang yang senantiasa mengucapkan syukur alhamdulilah atas segala perbuatan atau karya yang telah dia lakukan dan ia akan senantiasa mengenang segala perbuatan baiknya seperti menolong orang lain," ujarnya.

Orang Yang mukhlis adalah orang yang selalu sadar atas perbuatan baik yang telah dilakuan dan bisa menghitung kebaikan-kebaikan yang telah diperbuatnya.  

Berbeda dengan orang mukhlis, menurutnya ada lagi istilah orang yang mukhlas yaitu orang yang senantiasa berbuat baik dan selalu berkarya namun bedanya ia tidak lagi mengingat kebaikan-kebaikannya, tidak ingin dikenang atas perbuatan baiknya dan cenderung lebih suka bekerja di belakang layar. 

"orang yang muklas itu akan senantiasa bekerja tapi tidak suka dipuji karena ia mengangap segala perbuatan baiknya adalah kehendak allah SWT, ia bukan sumber mata air tetapi air yang sedang mengalir," ujarnya. 

Menurutnya orang mukhlas tidak hanya syukur tapi syakur, ia akan senantiasa mensyakuri yang datang dari allah baik nikmat maupun musibah, " orang mukhlas akan tersenyum ketika menghadapi musibah," tegasnya.

Diakhir amanatnya, ia berharap kepada seluruh jajaran Kanwil kemenag Provinsi Bengkulu untuk tidak hanya menjadi orang yang mukhlis tapi lebih dari itu adalah menjadi orang-orang yang mukhlas, karena orang yang mukhlas sudah pasti ia sudah menjadi orang yang mukhlis.

"Orang yang mukhlas itu langka, tapi saya yakin diantara bapak/ibu ada yang termasuk dalam golongan yang yang mukhlas, dan mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat memberikan pemahaman dan manfaat," tutupnya 

Penulis : Jaja **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :