Ka. Kemenag Benteng: Islam Ajarkan Sikap Toleransi

Ka. Kemenag Benteng: Islam Ajarkan Sikap Toleransi

Bengkulu (Informasi dan Humas) 30/4- Manusia adalah mahluk individu juga sekaligus mahluk sosial. Sebagai mahluk social tentunya manusia dituntut untuk mampu berinteraksi dengan individu lain dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Dalam menjalankan kehidupan social dalam masyarakat, seorang individu akan dihadapkan dengan kelompok-kelompok yang berbeda, salah satunya perbedaan Agama.

Dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat maka diperlukan sikap saling menghormati dan menghargai. Sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari. Selain itu, masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban diantara satu sama lain.

Dalam kontek toleransi antar beragama, Islam memiliki konsep yang sangat jelas “tidak ada paksaan dalam agama”. Bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Merupakan contoh populer dari toleransi dalam islam. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. H. Ajamalus, MH. Ketika memberikan materi tentang Toleransi dalam beragama dalam acara Dialog Publik peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial yang diselengarakan oleh Kesbangpol Bengkulu Tengah Rabu 29 April 2015 pada pukul 10.30 Wib di Aula Kantor Camat Pondok Kelapa Kemaren.

Dikatakan Jamalus. Prinsip toleransi yang ditawarkan islam dan ditawarkan sebagai kaum muslimin sungguh sangat jauh berbeda. Sebagai orang yang disebut ulama mengajak umat untuk turut serta dan berucap selamat pada perayaan non muslim. Namun islam tidaklah mengajarkan demikian. Prinsip toleransi yang diajarkan islam adalah membiarkan umat lain untuk beribadah dan berhari raya tanpa mengusik mereka. Senyatanya, prinsip toleransi yang diyakini sebagian orang berasal dari kafir Quraisy di mana mereka pernah berkata pada Nabi kita Muhammad. Papar Ajamalus panjang.

Penulis : Guntur/C **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :