Menyongsong Gerhana Bulan Total, Kanwil Kemenag Bengkulu Serukan Sholat Gerhana Bulan

Menyongsong Gerhana Bulan Total, Kanwil Kemenag Bengkulu Serukan Sholat Gerhana Bulan

Bengkulu (Informasi dan Humas) 2/4- Menyongsong terjadinya gerhana bulan total yang diperkirakan terjadi pada sabtu malam minggu tanggal 4 April 2015 mendatang, Ka.Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu melalui Kepala Bidang Urais dan Binsyar, Drs.H.Herman Yatim, MM menghimbau kepada umat islam untuk melaksanakan Shalat sunnah gerhana bulan. 

“Gerhana Bulan akan melintasi Indonesia, termasuk Bengkulu pada hari sabtu malam minggu tanggal 4 April 2015 untuk itu umat Islam dihimbau untuk melaksanakan Shalat sunnah gerhana bulan,” kata Herman Yatim saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (2/4). 

Dijelaskanya bahwa Gerhana Bulan itu terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan membentuk satu garis lurus dan berada di satu bidang, yaitu di bidang ekliptika (bidang orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari-red), saat itu Bulan sedang dalam fase purnama karena bumi berada di tengah-tengah secara proporsional, ia menghalangi pancaran cahaya Matahari yang seharusnya jatuh ke permukaan Bulan yang normalnya menghasilkan Bulan purnama. Halangan itu menciptakan dua jenis bayangan, yakni bayangan tambahan/samar (penumbra) dan bayangan inti (umbra). 

Selanjutnya Saat gerakan bulan membuatnya memasuki zona bayangan samar, maka fase penumbra pun terjadi. Fase ini ditandai dengan sedikit berkurangnya cahaya Matahari yang jatuh ke Bulan sehingga Bulan akan sedikit meredup, di atas kertas. Dalam praktiknya amat sulit untuk bisa mendeteksi sedikit meredupnya Bulan pada saat fase penumbra secara kasat mata, kecuali jika kita dibantu dengan instrumen perekam yang memadai. Selanjutnya saat gerakan Bulan membawanya kian jauh hingga memasuki zona bayangan inti, maka fase umbra telah terjadi. 

Dalam fase umbra, jumlah cahaya Matahari yang mengenai permukaan Bulan berkurang cukup signifikan. Sehingga Bulan yang seharusnya sedang bulat bundar penuh dalam fase purnamanya secara berangsur-angsur akan menggelap sebagian hingga menjadi seperti Bulan sabit. Dalam puncak fase umbra dimungkinkan Bulan akan benar-benar kehilangan hampir seluruh cahaya Matahari yang harusnya mengenainya akibat terblokir cakram Bumi. Situasi tersebut dinamakan fase totalitas, atau terjadi gerhana bulan total., Jelas Drs. H. Herman Yatim, MM.

Sambil menunjukkan beberapa data terkait fenomena gerhana bulan, Drs. H. Herman Yatim, MM, memastikan untuk lokal Bengkulu, Awal Gerhana (awal umbra) terjadi pada Jam 17:17:33 WIB, tengah gerhana Jam 19:01:21 WIB dan Akhir gerhana (akhir umbra) pada jam 20:45:09 WIB. Sehingga Umat Islam di Bengkulu dapat melaksanakan sholat gerhana setelah waktu shalat magrib, karena pada waktu magrib tersebut sudah terjadi gerhana bulan dan kesempatan untuk melaksanakan shalat gerhana hanya sampai dengan Jam 20:45:09 WIB, karena pada jam ini gerhana bulan sudah selesai.

Oleh karena itu Drs. H. Herman Yatim, MM, juga menyerukan kepada seluruh masyarakat Umat Islam di Bengkulu untuk meramaikan masjid dengan melaksanakan shalat sunnah gerhana bulan (shalat sunnah khusuf), yaitu Shalat sunnah 2 rakaat, dan masing-masing rakaat 2 kali ruku’.

Penulis : Ali Mustofa/B **Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :