Kemenag Mukomuko Adakan Pelatihan Penilaian Kinerja Guru

Kemenag Mukomuko Adakan Pelatihan Penilaian Kinerja Guru

Bengkulu (Informasi dan Humas) 26/2- Padamu Negeri tidak asing lagi ditelinga kita, ini merupakan website yang mengolah data guru salah satunya Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK).  

Setiap tenaga pendidik harus memiliki NUPTK tersebut, karena untuk kebutuhan kelengkapan data saat ini, dirjen pendidikan melihat data dari website Padamu Negeri.

Semester genap tahun ajaran 2014/2015 ini seluruh tenaga kependidikan diharuskan untuk mengupdate dan mengaktifkan kembali NUPTK mereka masing-masing, karena sesuai petunjuk pengisian bahwa setiap PTK setiap semester harus mengaktifkan NUPTKnya karena jika dua semester NUPTK kita tidak diaktifkan maka secara otomatis sistim akan memblok atau men nonaktifkan NUPTK kita.

Mengingat hal tersebut sangat penting maka pihak sekolah tidak terkecuali MAN Ipuh, menyikapi hal tersebut dengan mendatangkan narasumber dari operator kabupaten yang dimediasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Madrasah ( MKKM ) untuk mengadakan pelatihan cara pengisian NUPTK diantaranya Penilaian Kinerja Guru oleh kepala sekolah yang bertempat di MAN Ipuh.

Dalam kesempatan ini, nara sumber mengatakan bahwa untuk mengaktifkan NUPTK ini semuanya saling keterkaitan, dimulai dengan Operator Sekolah yang diharuskan mengisi profil sekolah, data sarana dan prasarana, mengisi jadwal mengajar, menentukan kurikulum yang dipakai oleh sekolah dan mengisi data-data siswa, kemudian setelah selesai baru PTK bisa mengupdate data mereka masing-masing.

PTK login menggunakan nomor NUPTK dengan password masing-masing mereka punya, kemudian baru masuk ke jadwal mengajar, kemudian PTK mengisi jadwal mengajar sesuai dengan SK pembagian tugas mereka masing-masing. Setelah semua PTK guru disekolah sudah aktif dan data sudah lengkap, baru kepala madrasah bisa melengkapi isian data yang harus dilengkapi salah satunya adalah PK Guru. PKG tersebut berupa system penilain secara online dengan data yang didapat dari supervisi kepala madrasah terhadap seluruh dewan guru.

Kemudian kepala madrasah sudah aktif dilanjutkan dengan pengawas pembina yang mempunya sekolah binaan masing-masing. Jika kepala sekolah belum aktif maka pengawas Pembina juga belum bisa diaktifkan. Sehingga untuk pengaktifkan NUPTK ini sangat diharapkan kerja sama Operator Sekolah, PTK, kepala madrasah, dan pengawas Pembina, ungkap salah seorang nara sumber.

Terpisah kepala MAN Ipuh Nursyamsiah, M.Pd mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat besar manfaatnya, karena selain untuk menambah pengetahuan kita dalam pengaktifan NUPTK ini, juga kegiatan ini bisa untuk saling koordinasi antara pengawas dengan kepala madrasah, untuk semester ganjil kemaran PTK dan kepala madrasah status NUPTKnya sudah aktif, dan untuk semester genap sekarang baru tahap operator sekolah tutup Nursyamsiah.

Penulis : Humas MAN Ipuh/c **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :