Ka.KanKemenag Benteng Ajak Orang Tua Perhatikan Pendidikan Anak

Ka.KanKemenag Benteng Ajak Orang Tua Perhatikan Pendidikan Anak

Bengkulu (Informasi dan Humas) 27/10- Perkembangan dan kemajuan ilmun pengetahuan dan tehnologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental anak usia sekolah, terutama pengaruh media masa, baik media cetak maupun media elektronik yang menampilkan tayangan kurang mendidik bagi anak-anak usia sekolah.

Oleh karena itu peran orang tua dalam memperhatikan perkembangan dan pergaulan anak serta perhatian orang tua terhadap pendidikan agama anak sangat menentukan baik atau buruknya perkembangan mental dan sipritual anak, terutama jam-jam belajar anak setelah anak pulang dari sekolah atau saat anak berada di rumah. 

Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Drs. H. Ajamalus, MH saat memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka acara perlombaan tahun baru Islam 1436 H di Kecamatan Talang Empat (Selasa,21/10). Dihadapan peserta lomba dan orang tua serta masyarakat yang hadir, Kepala Kemenag menekankan betapa pentingnya pendidikan agama pada anak, antara lain melalui lembaga pendidikan non formal, sepert Taman Tendidikan Al Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA).

Kepala Kantor Kemenag Benteng juga mengingatkan para orang tua terhadap pergaulan anak-anak dimana sekarang sudah banyak terjadi pergaulan bebas yang dapat merusak masa depan anak-anak kita kata H. Ajamalus. Beliau mencontohkan kasus vidio porno siswa salah satu Sekolah menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bengkulu Tengah baru-baru ini yang sempat menggemparkan media masa.

Jika kasus-kasus seperti ini terjadi pada anak-anak kita usia sekolah, bukan saja anak yang bersangkutan yang rugi, tapi juga daerah, sekolah dan orang tua juga ikut menanggung ‘aibnya (menanggung malunya). Masa depan anak menjadi suram, karena bisa jadi dengan adanya kasus amoral ini anak menjadi putus sekolah karena malu, walaupun pihak sekolah masih ada toleransi untuk menerimanya, tapi anak yang bersangkutan bahkan orang tua menjadi malu sehingga anak tersebut tidak lagi mau sekolah ungkapnya.

Penulis : Ilisari/C **
Redaktur: H.Nopian Gustari

Bagikan :